Breaking News:

Virus Corona di Sumbar

VIDEO: TEGAS, Larang Perantau Sumbar Pulang kampung, Irwan Prayitno Perketat Daerah Perbatasan

"Masih banyak yang masuk lewat perbatasan baik darat, laut maupun udara. Udara sudah ketat, darat dan laut perlu diperketat," kata Irwan Prayitno dala

Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com -- Mengantisipasi merebaknya virus corona, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akan memperketat daerah perbatasan untuk mebatasi masuknya pendatang. 

Sebelumnya, Pemprov Sumbar sudah memberikan imbauan agar perantau tidak pulang kampung, namun arus orang masuk ke Sumatera Barat (Sumbar) tetap terjadi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memperkirakan jumlah pendatang atau perantau yang masuk melalui wilayah perbatasan sudah mencapai ribuan orang sejak mewabahnya isu virus corona ( Covid-19).

"Masih banyak yang masuk lewat perbatasan baik darat, laut maupun udara. Udara sudah ketat, darat dan laut perlu diperketat," kata Irwan Prayitno dalam keterangan resminya seperti dikutip Tribunpekanbaru.com dari Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Menurut Irwan Prayitno, dengan masih banyaknya pemudik yang masuk ke Sumbar, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan di daerah perbatasan.

Salah satunya, dengan membatasi pendatang secara selektif. Upaya ini juga akan dibantu pihak kepolisian serta TNI di semua wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi lain.

“Kami perlu lakukan pembatasan arus masuk ke Sumbar melalui darat, udara dan laut. Memang lockdown belum ada, tapi tindakan ini harus dilakukan untuk mengurangi terjangkitnya daerah akan covid-19,” kata Irwan Prayitno.

Irwan meminta semua bupati serta wali kota di wilayah perbatasan untuk melakukan tindakan pembatasan dan penyaringan orang masuk ke Sumbar.

"Sesuaikan dengan protap orang masuk ke dalam wilayah kita, selama 14 hari harus di karantina terlebih dahulu. Untuk mencegah dan menangani penyebaran covid-19, pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar harus sama persepsi dan bekerjasama dengan baik,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga meminta pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan rasionalisasi penganggaran, serta cepat melakukan pengadaan kebutuhan sesuai revisi APBD berdasarkan peraturan PMK nomor 6 tahun 2020 dan Permendagri nomor 20 tahun 2020.

Menurut Irwan Prayitno, pemerintah daerah dapat melaksanakan revisi APBD dengan fokus meningkatkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam rangka menangani Covid-19 dan juga kampanye, serta pergunakan dana tak terduga, sesuai kebutuhan.

“Jangan ada lagi alasan daerah tidak ada pembiayaan dalam penanganan penyebaran Covid-19 ini. Pergerakan arus kedatangan dari delapan pintu masuk ke Sumbar harus dikendalikan,” jelas Irwan Prayitno.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved