Update ODP Covid 19 di Riau

186 WNI dari Malaysia yang Masuk ODP Covid-19 di Bengkalis Mengikuti Rapid Test, Ini Hasilnya

Sementara itu, untuk hari ini, Dinas Kesehatan dibawah kendali Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bengkalis

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
186 WNI dari Malaysia yang Masuk ODP Covid-19 di Bengkalis Mengikuti Rapid Test, Ini Hasilnya 

Mereka adalah relawan masyarakat membantu memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat berbasis RW. Pemerintah bahu membahu bergandeng tangan dengan masyarakat mengantisipasi penyebaran virus corona," ulasnya.

ODP Covid-19 di Riau Capai 14.989 Orang Lebih

Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) Virus Corona atau Covid-19 di Riau terus meningkat, berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada Selasa (31/3/2020) jumlah ODP Covid-19 di Riau sudah mencapai 14.989 orang.

ODP Covid-19 di Riau tersebar di seluruh kabupaten kota di Riau, diantaranya :

- Rohil 1.423 orang

- Rohul 1.325 orang

- Kampar 2.089 orang

- Kuansing 733 orang

- Pekanbaru 444 orang

- Dumai 303 orang

- Bengkalis 2.664 orang

- Siak 553 orang

- Meranti 3.434 orang

- Pelalawan 262 orang

- Inhil 1.226 orang

- Inhu ada 493 orang.

Dari 14.989 orang tersebut yang sudah selesai pemantuannya ada 110 orang dan yang masih dalam proses pemantuan ada 14.879 orang.

Peningkatan kasus tidak hanya terjadi pada ODP, namun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau pasien suspek corona juga meningkat menjadi 109 orang.

Satu diantaranya meninggal dunia, 29 orang sembuh dan 79 masih dirawat di ruang isolasi di rumah sakit di Riau.

PDP di Riau tersebar di sejumlah wilayah di Riau.

Diantaranya di Rohil ada 1 orang, kemudian di Rohul ada 5 orang, di Kampar ada 7 orang, Kuansing 1 orang, Pekanbaru 53 orang, Dumai 11 orang, Bengkalis 13 orang, Siak 4 orang Meranti 2 orang, Pelalawan 7 orang, Inhil 4 orang dan di Inhu ada 1 orang.

"Di Riau sudah ada 3 orang yang positif corona, alhamdulillah sudah sembuh satu orang dan sudah kembali ke rumahnya. Tapi kita harus antisipasi karena ada ribuan ODP di Riau. Baik mereka yang pulang dari Malaysia maupun dari zona merah di Indonesia," kata Gubernur Riau, Syamsuar pada Selasa (31/3/2020).

Gubernur Riau Takut

Kesadaran masyarakat Riau untuk tidak berkumpul dan tidak keluar rumah masih rendah, hal itu terlihat dari kunjungan ke tempat keramaian masih banyak.

Sejumlah Cafe, restoran dan pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru masih terpantau ramai dikunjungi masyarakat.

Disisi lain wabah virus corona terus meluas.

Tidak hanya di luar negeri, namun juga di Indonesia, termasuk di Riau.

"Saya melihat masyarakat kita masih biasa-biasa saja menghadapi wabah virus Corona. Kita berharap betul ada kesadaran dari masyarakat, bahwa apa yang kita lakukan ini adalah untuk menyelamatkan masyarakat, agar tidak semakin banyak yang terinfeksi virus corona," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Selasa (31/3/2020).

"Masyarakat dilarang berkumpul di tempat keramaian, bisa mengatur jarak antara satu sama lain. Kalau silaturahmi bisa melalui media handphone untuk sementara ini supaya kita bisa sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Syamsuar menegaskan, bahwa situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Temasuk di Riau.

Meski sejauh ini kasus positif corona di Riau baru tiga kasus dan satu pasien sudah sembuh, namun jumlah Orang Dalam Pengasawan (ODP) di Riau terus mengalami peningkatan.

"Kita harus antisipasi. Karena di Riau masih ada 10.000 Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang terdiri dari TKI pulang dari Malaysia. Termasuk juga warga Riau yang baru pulang dari zona merah," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat bisa menjaga jarak, menghindari kerumunan tidak membuat kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sebab ditengah kerumunan tidak ada yang tau jika ada diantaranya yang positif.

Beberapa kasus pasien positif corona ada yang tidak menunjukkan gejala demam, batuk, sesak nafas dan bersin.

"Sekarang juga banyak walaupun masyarakat sehat, ternyata pas dicek positif Corona, itulah yang kita takutkan. Kita harapkan juga dukungan media dan dukungan masyarakat bahwa kita ingin menyelamatkan masyarakat kita agar tidak banyak nanti terkena virus Corona," kata Syamsuar.

ODP Covid-19 di Kuansing Melonjak Drastis

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid-19 di Kuansing pada Selasa (31/3/2020) kembali melonjak tajam.

Data per 31 Maret 2020, jumlah warga yang ODP sebanyak 733 orang.

"ODP Covid-19 sebanyak 733 orang," kata juru bicara Pemkab Kuansing terkait penanganan virus corona atau covid-19, Helmi Ruspandi, Selasa (31/3/2020).

Namun Helmi tidak bisa merinci warga yang ODP dengan gejala atapun tanpa gejala.

Padahal data sehari sebelumnya, Senin (30/3/2020), jumlah warga Kuansing yang ODP sebanyak 462 orang.

Artinya ada penambahan 271 orang.

Helmi juga tidak mengetahui rincian sebaran warga yang ODP tersebut.

Namun data sehari sebelumnya, saat jumlah ODP sebanyak 462 orang, tersebar di seluruh kecamatan di Kuansing.

Sebaran per kecamatan saat Senin (30/3/2020) yakni Kecamatan Singingi paling banyak yakni 124 orang.

Singingi Hilir sebanyak 64 orang, Kuantan Hilir Seberang 49 orang, Kuantan Mudik 38 orang, Benai 37 orang, Kuantan Tengah 28 orang, Logas Tanah Darat 24 orang.

Kecamatan Sentajo Raya 22 orang, Gunung Toar 21 orang, Kuantan Hilir 20 orang, Hulu Kuantan dan Pucuk Rantau maisng-masing 13 orang, Inuman 6 orang, Pangean 2 orang dan Cerenti 1 orang.

Sempat Ada Satu PDP Covid-19 di Kuansing

Ternyata di Kuansing sempat ada satu warga yang dikategorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Namun kini sang warga tersebut sudah berubah status menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Juru bicara Pemkab Kuansing terkait penanganan virus corona atau covid-19, Helmi Ruspandi, Selasa (31/3/2020), mengatakan satu warga Kuansing yang sempat masuk kategori PDP tersebut merupakan warga kecamatan Singingi.

"Warga (kecamatan) Singingi," kata Helmi.

Namun Helmi menegaskan warga yang sempat PDP tersebut bukan anggota dewan.

"Bukan yang anggota dewan ya," terangnya.

Perubahan status PDP menjadi ODP karena sang warga tersebut melakukan tes di sebuah rumah sakit swasta di Pekanbaru.

Hasilnya, sang warga negatif.

"Hasilnya negatif. Makanya yang PDP jadi ODP," ujarnya.

Terkait anggota DPRD Kuansing, Helmi enggan mengomentari.

Yang pasti, terangnya, sang anggota dewan diketahui sudah melakukan tes ke rumah sakit di Pekanbaru.

"Katanya dia sudah tes di Pekanbaru. Hasilnya katanya negatif. Makanya kita masukkan ke ODP juga," ujarnya.

Jumlah warga Kuansing yang masuk kategori ODP sendiri pada Selasa (31/3/2020) sebanyak 733 orang.

Virus Corona di Siak - Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved