Virus Corona di Riau

Dampak Covid-19 di Pekanbaru, Pasar Sepi, Ada Pedagang tak Jual Beli Selama Seminggu

Wabah Virus Corona atau Covid 19 yang melanda Indonesia bahkan dunia saat ini sangat berdampak sekali bagi pasar tradisional dan modern.

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi Virus Corona, Covid-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wabah Virus Corona atau Covid 19 yang melanda Indonesia bahkan dunia saat ini sangat berdampak sekali bagi pasar tradisional dan modern.

Seperti yang dialami pasar Trdisional dan Modern di Pekanbaru. Pantauan Tribun di Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai dan Pasar Sukaramai Jalan Jenderal Sudirman kunjungan masyarakat ke pasar tersebut sangat sunyi sekali.

Kalaupun ada yang ke pasar itu hanya hitungan belasan orang dan hanya belanja untuk kebutuhan sehari-hari seperti sembako, lauk dan sayur mayur serta cabe atau bawang.

Para pedagang sangat mengeluhkan kondisi dalam beberapa pekan ini. Dalam pekan ini mereka ada yang tidak jual beli untuk pedagang pakaian dan sepatu.

Menurut pengakuan Pak Jam yang berjualan di Pasar Cik Puan, dalam sepekan ini kunjungan masyarakat ke pasar cukup sunyi sekali dan banyak yang tidak pecah telor atau jual beli. Bahkan ada yang tidak pecah telor selama sepekan dan banyak juga yang tutup.

"Omset kami sangat drastis turun, satu hari biasanya kami bisa jual beli Rp 500 ribu dan sekarang kalaupun ada jual beli hanya Rp 100 ribu," ujarnya.

Akibatnya tambah Pak Jam ia tersendat-sendat membayar angsuran sepeda motornya. "Untuk bayar kredit terpaksa pakai tabungan kami," ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Prima yang jualan jilbab. "Dalam 5 hari ini saya belum ada jual beli dan ini sangay berat sekali," ujar Prima.

Da U yang jualan di Pasar Sukaramai atau Sukaramai Trade Center (STC) juga mengaku jual belinya turun drasti. "Biasanya satu hari bisa Rp 500 ribu dan sekarang pecah Rp 100 ribu saja sudah bersukur," ucap Da U.

Walaupun pasar dalam keadaan sunyi atau tidak ada jual beli, para pedagang tetap berjualan ke pasar. "Kalau tidak jualan di pasar pakai apa kami untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Kalau kami berdagang ada juala beli atau tidaknya kita pasrah saja kepada Tuhan," ujar Da U dan juga Pak Jam serta Prima.

Halaman
12
Penulis: Rino Syahril
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved