Covid 19

Dukung Penuh Saat Pilpres, Yusril Kritik Kebijakan Jokowi Tangani Corona: Terkesan Repressif

Yusril mengatakan, penetapan darurat sipil digunakan untuk mengatasi pemberontakan dan kerusuhan, bukan untuk mengatasi wabah

Tribunnews/Jeprima
Dukung Penuh Saat Pilpres, Yusril Kritik Kebijakan Jokowi Tangani Corona: Terkesan Repressif 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sempat mendukung penuh Jokowi saat Pilpres 2019, Yusril Ihza Mahendra mengkritik kebijakan Jokowi dalam menangani Virus Corona.

Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra menilai status darurat sipil yang disiapkan Presiden Joko Widodo tidak cocok untuk mengatasi wabah virus corona.

Yusril mengatakan, penetapan darurat sipil digunakan untuk mengatasi pemberontakan dan kerusuhan, bukan untuk mengatasi wabah yang mengancam jiwa setiap orang.

"Darurat sipil terkesan repressif. Militer memainkan peran sangat penting kendalikan keadaan," ujar Yusril melalui keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020).

Yusril mengatakan, penetapan status darurat sipil mengacu pada Perppu No 23 Tahun 1959.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Satpres)

Dalam Perppu tentang kedaruratan sipil itu termaktub berbagai ketentuan seperti melakukan razia dan penggeledahan yang hanya relevan digunakan untuk menghadapi pemberontakan dan kerusuhan.

Begitu juga pembatasan penggunaan alat-alat komunikasi yang biasa digunakan sebagai alat untuk propaganda kerusuhan dan pemberontakan juga tidak relevan digunakan mengatasi wabah Covid-19.

Yusril mengatakan, ia pernah menggunakan pasal-pasal darurat sipil itu untuk mengatasi kerusuhan di Ambon tahun 2000 di era kepresidenan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Kala itu, kata Yusril, Gus Dur akhirnya setuju menyatakan darurat sipil dan meminta mengumumkannya di Istana Merdeka, Jakarta.

Yusril mengatakan, saat itu status darurat sipil mampu meredam kerusuhan bernuansa etnik dan agama tersebut.

Pasien Virus Corona di Indonesia dipimpong RS rujukan hingga meninggal
Pasien Virus Corona di Indonesia dipimpong RS rujukan hingga meninggal (Tribun Video)
Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved