Update ODP Covid 19 di Riau

Hari Ini 85 ODP di Inhu Termasuk Satu TKI dari Malaysia Dipantau

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu jumlah ODP di Kabupaten Inhu hingga hari ini berjumlah 85 orang.

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
ODP Covid-19 di Dumai Naik Tajam hingga Capai 112 Orang dan Ini Data Penyebaran Virus Corona di Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Hingga hari ini, belum ada warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun yang positif terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19).

Meski begitu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Inhu terus bertambah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu jumlah ODP di Kabupaten Inhu hingga hari ini berjumlah 85 orang. Jumlah itu termasuk dengan satu warga Inhu yang baru pulang dari Malaysia.

"Semua ODP yang masih kita pantau, termasuk satu TKI yang baru pulang daru Malaysia beberapa waktu lalu," kata Elis, Selasa (31/3/2020).

Elis menyampaikan bahwa satu orang TKI yang merupakan warga Talang Sungai Parit, Kecamatan Rakit Kulim, Inhu tersebut terpantau dalam keadaan sehat.

"Kondisinya sehat dan kita minta untuk beristirahat di rumah sampai 14 hari," kata Elis.

Elis juga menjelaskan pihaknya sudah menerima alat rapid test dari Dinkes Propinsi.

"Kemarin pagi kita jemput, dan sorenya sampai di Kabupaten Inhu.

Sekarang masih kita lakukan pengecekan dulu sebelum kita gunakan," kata Elis. Oleh karena itu Elis masih belum menyebutkan kapan alat rapid test tersebut akan digunakan.

Terkait penggunaan alat rapid test itu, Elis menyampaikan pihaknya akan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Prioritas pertama adalah ODP dengan gejala. Oleh karena itu Dinkes Inhu akan kembali mengumpulkan data dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Inhu.

"Karena jumlahnya yang terbatas, maka prioritas pertama kita adalah ODP yang menunjukan gejala," kata Elis.

Elis juga berharap alat rapid test yang ada bisa digunakan dengan baik.

"Jangan buru-buru, semua harus terkoordinir. Karena apabila tidak terkoordinir semua alatnya bisa menjadi sia-sia," kata Elis.

Elis juga menyampaikan pihaknya akan mensosialisasikan alur penggunaan alat rapid test tersebut, tujuannya agar masyarakat Inhu memahami penggunaan alat rapid test tersebut. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved