Virus Corona di Pekanbaru

Kegetiran Driver Ojol Pekanbaru di Tengah Wabah Corona, 'untuk Dapat Rp 20 Ribu Saja Susah Sekali'

Para driver ojek online atau ojol merasakan hal ini. Setiap harinya mengitari jalan kota untuk mencari penumpang.

tribun jateng
Driver Ojek Online 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Denyut aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru menurun. Ritmenya pelan seiring penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

Aktivitas yang terburu-buru di pusat keramaian tidak terlihat. Kemacetan di sejumlah ruas jalan saat jam sibuk pun tidak lagi tampak.

Apalagi setelah Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan status tanggap darurat covid-19. Sekolah pun meliburkan peserta didik.

Mereka kini belajar di rumah. Sejumlah pekerja sudah menerapkan rutinitas kerja secara Work Form Home (WFH).

Kondisi pusat perbelanjaan pun sepi. Keadaan ini berdampak bagi kalangan pekerja yang masih mencari nafkah.

Padahal bahaya covid-19 masih mengintai. Mereka tetap berada di jalan untuk bertahan hidup untuk sekedar makan sehari atau kenyang seminggu.

Para driver ojek online atau ojol merasakan hal ini. Setiap harinya mengitari jalan kota untuk mencari penumpang.

Namun sayang jalanan yang sepi membuat mereka sedikit punya orderan.

"Iya bang sepi sekarang ini," ulas satu driver Ojol, Irman kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (31/3/2020).

Pria yang baru setahun menekuni profesi sebagai ojol mengaku dalam satu hari nyaris tidak mendapat orderan. Kondisi ini berbanding terbalik sebelum virus corona melanda.

Halaman
123
Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved