Breaking News:

Duh! 39 TKA China Masuk ke Kepri Dua Hari Jelang Larangan Dari Kemenkum HAM Diberlakukan, CURI STAR?

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting menyatakan, larangan itu berlaku mulai Jumat (2/4/2020) mendatang pada pukul 00.00 WIB.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Dok Humas Pemkab Bintan
Duh! 39 TKA China Masuk ke Kepri Dua Hari Jelang Larangan Dari Kemenkum HAM Diberlakukan, CURI STAR? 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masuknya puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia, tepatnya di Bintan, Kepulauan Riau mengejutkan masyarakat Indonesia. 

Apalagi, masuknya TKA asal China tersebut terjadi dua hari jelang larangan WNA masuk ke Indonesia dari Kemenkum HAM diberlakukan.

TKA asal China tersebut diketahui berjumlah 39 orang. Mereka masuk ke wilayah perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Malaysia di Laut China Selatan.

Kedatangan 39 WNA asal China itu dikonfirmasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (31/3/2020).

Melansir Antara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

Masuk ke Kepri dua hari pasca Kemenkum HAM gelar telekonferensi

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menerbitkan larangan bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk ke wilayah Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting menyatakan, larangan itu berlaku mulai Jumat (2/4/2020) mendatang pada pukul 00.00 WIB.

"Peraturan ini akan diberlakukan mulai tanggal 02 April 2020, pukul 00.00 WIB sampai dengan masa pandemi COVID-19 berakhir yang dinyatakan oleh instansi berwenang," kata Jhoni dalam telekonferensi, Rabu (31/3/2020). 

Larangan tersebut diaturdalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved