Rapid Test di Riau
Paramedis dan ODP Jadi Prioritas Rapid Test, Ini Data Terbaru Covid-19 di Pelalawan Riau
Tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan Riau berencana menggelar rapid test mulai hari ini.
Penulis: johanes | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan Riau berencana menggelar rapid test mulai hari ini, Rabu (1/4/2020).
Pemkab Pelalawan menerima bantuan alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Riau sebanyak 100.
Berdasarkan hasil kesepakatan tim gugus tugas, sebanyak 40 alat akan didistribusikan ke rumah sakit sedangkan 60 lagi diserahkan ke masing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Tim juga telah menimpang pihak-pihak yang menjadi prioritas dilakukan pemeriksaan kesehatan itu.
"Prioritas yang akan kita test yakni paramedis yang bekerja di ruang isolasi dan merawat pasien," tutur juru bocara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (1/4/2020).
Selain petugas kesehatan, lanjut Asril, warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga akan ditest, sambi menunggu hasil pemeriksaan swap dari laboratorium Kemenkes.
Kemudian warga dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang gejalanya sidikit lebih parah dibanding yang lain juga akan menjalani rapid test.
Asril menerangkan, data terbaru terkait virus corona di Pelalawan terdapat tujuh orang PDP dan empat diantaranya telah sehat dan pulang ke rumah.
Sedangkan tiga orang lain masih menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah sakit.
Dua di antaranya merupakan suami istri yang memiliki riwayat perjalanan dari negara bertransmisi Covid-19.
Saat ini kedua warga Kecamatan Pangkalan Kerinci ini dirawat di RS Santa Maria Pekanbaru.
Sedangkan satu orang lagi warga Ukui yang baru pulang dari Jakarta dan mulai dirawat di ruang isolasi RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.
"Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, mereka sudah menunjukan gejala-gejala sehingga harus dirawat. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan swap," tambah Asril.
Data warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sekitar 362 orang dna bertambah setiap hari.
Sebab masyarakat yang baru pulang dari negara dan daerah yang terlah terjangkit virus corona, langsung berstatus ODP dan menjalani karantina mandiri di rumah dengan dikontrol petugas kesehatan.
( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bupati-pelalawan-hm-harris-meninjau-ruang-isolasi-rsud-selasih.jpg)