Berita Riau

Wabup Kepulauan Meranti Minta Solusi Nasib TKI Riau yang Terkatung-katung di Malaysia

Wabup Meranti meminta dukungan pemprov terkait nasib TKI Meranti yang hingga saat ini terkatung-katung di Malaysia

TRIBUN PEKANBARU / NASUHA NASUTION
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Said Hasyim. 

TRIBUNPEKANBARU/KEPULAUAN MERANTI - Wabup Kepulauan Meranti H Said Hasyim
meminta solusi terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kepulauan Meranti Riau yang masih terkatung-katung di malaysia pascadiberlakukannya lockdown di negara tersebut.

Hal itu dikatakan Said Hasyim yang didampingi Forkopimda dan instansi terkait saat teleconference dengan Gubri Syamsuar, di ruang rapat kantor bupati, Senin (30/3/2020).

Syamsuar menyampaikan beberapa panduan sesuai dengan koordinasi yang dilakukan dengan Kementerian terkait seperti Mendagri, BNPB, Kemenkes, serta Menko Martim.

Ia berharap panduan ini harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh kabupaten/kota agar penanganan covid-19 di Riau dapat dilakukan secara masif dan terkoordinir.

Wabup melaporkan, saat ini jumlah ODP 2.000 orang, dengan PDP 2 orang yang sudah dirujuk ke Pekanbaru dan Dumai satu suspect sudah dinyatakan negatif dan satu lagi menunggu hasil.

Terkait Gugus Tugas, sejak 17 Maret 2020 Pemkab Meranti sudah menetapkan status siaga darurat covid-19 dan membentuk gugus tugas dan beranggotakan semua instansi.

Bupati Meranti juga telah menginstruksian kepada kecamatan, desa hingga RT/RW agar melakukan pengawasan dan meminta para TKI yang baru tiba untuk karantina mandiri.

Wabup mengatakan butuh dukungan dari Pemprov Riau terkait penanganan para TKI Meranti.

Sebagian besar TKI ini bekerja secara ilegal dengan menggunakan paspor wisata.

Untuk mendapatkan gaji penuh para TKI ini harus bekerja dulu selama 25 hari, yang jadi masalah akibat lockdown para TKI terpaksa pulang lebih dini tanpa mengantongi upah.

Halaman
12
Penulis: Nurul Qomariah
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved