Wabah Virus Corona

Soal Bolehkan Mudik Lebaran, Mensesneg Praktino Koreksi Pernyataan Jubir Presiden

Pratikno menjelaskan yang benar adalah pemerintah berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

Chaerul Umam/Tribunnews.com
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernyataan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dikoreksi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Sebelumnya Fadjroel menyatakan pemerintah memperbolehkan masyarakat mudik asalkan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pratikno menjelaskan yang benar adalah pemerintah berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

"Pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik," ujar Pratikno melalui pesan whatsapp kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, pemerintah menyiapkan bantuan sosial kepada masyarakat lapisan bawah sebagai bagian dari kompensasi imbauan untuk tidak mudik lebaran tersebut.

UPDATE Kasus Covid-19 di Riau hingga 2 April 2020, 7 Kasus Positif, ODP 20.004 Orang

Selama Wabah Covid-19 di Indonesia, 13 Dokter Meninggal Dunia

"Pemerintah menyiapkan bantuan sosial yang diperbanyak penerima manfaatnya dan diperbesar nilainya kepada masyarakat lapisan bawah. Hal ini sejalan dengan keputusan Presiden tentang PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," katanya.

Pratikno kembali mengingatkan imbauan presiden kepada masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi Pandemi Corona.

Satu di antaranya yakni menjaga jarak aman dengan orang lain (sosial atau physical distancing).

"Jaga jarak aman, dan ikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan, warga diperbolehkan mudik pada Lebaran Idul Fitri tahun 2020 M/1441 H.

Halaman
123
Editor: Sesri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved