Wabah Virus Corona

Tak Kunjung Usai, Dua Negara ini Masih Saja Saling Tuduh soal Virus Corona, Padahal Dunia Berduka

Saat yang lain disibukkan dengan upaya tak kenal lelah memutus penyebaran virus corona, dua negara ini malah tak pernah usai bersiteru saling tuduh

AFP
Seorang pasien yang sembuh dari virus corona mendonasikan darahnya di RS Shandong, China, awal bulan ini 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tak ada habisnya, kedua negara ini masih saja bersiteru wabah virus corona yang kini merongrong sebagian besar negara di dunia.

Amerika Serikat (AS) dan China, dua negara yang memang sudah saling berhadapan dalam hal perdagangan, kini saling adu argumen terkait Covid-19.

China disebut sudah memalsukan data terkait jumlah korban virus corona. Hal yang menjadikan China tidak bisa dipercaya, demikian dikatakan AS.

Namun tuduhan tersebut langsung dibalas pihak China dengan mengatakan bahwa AS hanya ingin melempar kesalahan.

Pemerintah Sebar Ratusan RIbu APD untuk Tenaga Medis Tanagni Pasien Virus Corona, Ini Sebarannya

RIAU TANGGAP DARURAT Covid-19, Jumlah Kasus Virus Corona Melejit, ODP Capai 20.004 Orang, Positif 7

Roro Fitria Bebas Bersyarat Karena Virus Corona, Lalu Ngebet Ingin Segera Menikah dan Punya Momongan

Pekerja di pemakaman religius Israel Chevra Kadisha mengenakan peralatan pelindung, membawa tubuh seorang pasien yang meninggal akibat komplikasi infeksi Coronavirus (COVID-19), di Rumah Pemakaman Shamgar di Yerusalem, pada 1 April 2020.
Pekerja di pemakaman religius Israel Chevra Kadisha mengenakan peralatan pelindung, membawa tubuh seorang pasien yang meninggal akibat komplikasi infeksi Coronavirus (COVID-19), di Rumah Pemakaman Shamgar di Yerusalem, pada 1 April 2020. (Ahmad GHARABLI / AFP)

Soal tuduhan China sudah memberikan data palsu soal korban virus corona di konfirmasi langsung berdasarkan laporan dari intelijen.

Tetapi China menyebut AS hanya ingin melempar kesalahan setelah mereka dituduh menyembunyikan data kasus virus corona yang sebenarnya.

Bloomberg, yang mengutip pejabat intelijen AS, memberitakan bahwa laporan kasus Covid-19 di Negeri "Panda" sengaja tidak dilengkapi.

Bahkan berdasarkan penuturan dari sejumlah pejabat telik sandi anonim, data yang dipaparkan oleh Negeri "Panda" itu palsu.

Karena itu, sejumlah politisi AS baik dari House of Representatives maupun Senat menyatakan, China tidak bisa dipercaya dalam upaya memerangi virus corona.

Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump juga meragukan data yang dipaparkan Beijing sejak wabah tersebut merebak luas pada akhir Desember 2019.

KRONOLOGI Warga Pelalawan Mulai Ditetapkan Sebagai PDP Covid-19 hingga Dinyatakan Positif Corona

KRONOLOGI Warga Pelalawan Mulai Ditetapkan Sebagai PDP Covid-19 hingga Dinyatakan Positif Corona

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved