Masih Misteri, Inilah 5 Kasus Pembunuhan yang Pelakunya Belum Ditemukan hingga Sekarang

Jake dan Andrew menemukan saudara lelaki mereka yang sekarat dan istrinya yang telah tewas dengan dibantai secara brutal menggunakan kapak.

KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Dan meminta mereka untuk mengarahkan gadis itu ke meja yang telah dipesannya ketika gadis tersebut tiba.

Kemudian, ia menghilang begitu saja dari restoran.

Semua petunjuk mengarahkan bahwa pria tersebut adalah John Bennett.

Seseorang yang membuat janji bertemu dengan Nora, meskipun tak diketahui apakan Nora benar-benar bertemu dengannya atau enggak.

Pada 16 Januari, lima hari setelah Nora meninggalkan rumahnya, Ibunda Nora, Nyonya Fuller menghubungi polisi untuk melaporkan hilangnya Nora.

Hampir tiga minggu kemudian, tubuh Nora ditemukan saat inspeksi rutin perusahaan di bangunan yang baru saja dikosongkan.

Tubuh telanjang Nora tergeletak di tempat tidur dalam sebuah rumah yang tak memiliki perabotan lain.

Hasil otopsi menunjukkan bahwa Nora dicekik hingga tewas dan mungkin dibunuh tak lama setelah ia meninggalkan rumahnya hampir sebulan sebelum penemuan jenazah.

Bangunan tersebut telah disewa oleh Mr. Howard, yang telah menandatangani kontrak sewa hanya dua bulan sebelumnya.

Penyelidikan awal polisi menyimpulkan bahwa Howard dan Bennett merupakan orang yang sama.

Namun, identitas asli dan keberadaan orang tersebut hingga kini tak pernah diketahui.!break!

3. Pembunuhan di Hutan Kluxen (1921)

Tanggal 6 Oktober 1921, headline koran yang seharusnya menampilkan kejuaraan bisbol dunia justru mengumumkan penemuan suram: pembunuhan sadis gadis kecil berusia 12 tahun dari Madison, New Jersey.

Janet Lawrence tewas setelah ditikam sebanyak 25 kali, dan lehernya digorok.

Jasadnya ditemukan di hutan Kluxen, di jalur yang biasa ia lewati ketika berjalan sepulang dari sekolah.

Sebuah sapu tangan melilit lehernya, sementara tangan dan kaki Janet terikat dengan jenis tali rami yang biasanya digunakan untuk mengikat semak-semak mawar. 

Petunjuk terakhir tersebut mengarahkan dugaan para penyelidik bahwa pembunuhnya kemungkinan merupakan pekerja rumah kaca.

Tanpa petunjuk lain, mereka mulai menangkap siapa saja yang mungkin memiliki hubungan meski sedikit dengan kejahatan tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi (istimewa)

Seorang remaja laki-laki 14 tahun bernama Francis Kluxen yang tengah berburu di hutan pada hari pembunuhan Janet, merupakan orang yang pertama ditangkap.

Meski ia memiliki pisau lipat Pramuka, namun enggak ada darah pada pakaiannya dan tak ada tanda-tanda bahwa ia berada di dekat area ditemukannya jasad Janet.

Polisi dikritik atas penangkapan Kluxen, dan kemudian ia dibebaskan tanpa dakwaan.

Polisi kemudian menyatakan bahwa mereka mencari orang yang berpakaian kumal yang terlihat di sekitar area pembunuhan.

Segera saja, mereka menangkap Frank Felice, seorang tunawisma.

Tapi kemudian Felice dibebaskan segera.

Selanjutnya, Frank Ruke yang ditangkap.

Ketika ia menolak untuk berbicara dengan detektif, mereka membawa Ruke ke TKP untuk memaksanya memperagakan tindakan pembunuhan yang polisi duga telah dilakukannya.

Tetapi Ruke menolak untuk melihat area di mana tubuh gadis kecil itu ditemukan.

Meskipun terjadi pertentangan seru dengan para polisi, Ruke akhirnya dibebaskan karena kurangnya bukti.

Setahun kemudian, polisi kembali menangkap Francis Kluxen.

Kali ini, Kluxen harus menghadapi persidangan.

Ketika disidang, Kluxen menyampaikan catatan detail pergerakannya pada hari pembunuhan Janet.

Seminggu kemudian, ia divonis bebas.

Sekali lagi, polisi dikritik keras karena sembarang tangkap tanpa menyajikan bukti jelas bahwa Kluxen bersalah.

Polisi terus saja menangkap beberapa orang tak bersalah lain atas pembunuhan Janet Lawrence.

Tapi pembunuh aslinya tak pernah tertangkap, dan kasus pembunuhan Janet tak terungkap.!break!

4. Pembunuhan Caroline Luard (1908)

Sekitar pukul setengah tiga sore pada 24 Agustus 1908, Caroline Luard dan suaminya, Mayor Jenderal Charles Luard, meninggalkan kediaman mereka di Kent untuk berpergian bersama.

Ketika itu, Jenderal Luard bermaksud mengambil tongkat golfnya.

Ketika pasangan tersebut tiba di Crown Point, mereka pergi ke arah yang berbeda.

Jenderal Luard mengambil tongkat golfnya, sementara Caroline menuju rumah musim panas mereka.

Itulah terakhir kalinya Jenderal Luard melihat istrinya hidup-hidup.

Sekitar pukul setengah lima sore, Jenderal Luard pulang ke rumah.

Ia jadi khawatir karena ternyata istrinya belum pulang.

Sore itu, mereka mengundang seorang rekan, Nyonya Stuart, untuk minum the bersama mereka, dan enggak biasanya Caroline telat dalam pertemuan dengan rekan perusahaan.

Ilustrasi kasus kriminal. (TribunWow.com/Octavia Monica)
Ilustrasi kasus kriminal. (TribunWow.com/Octavia Monica) (TribunWow.com/Octavia Monica)

Jenderal Luard kemudian berjalan menuju ke rumah musim panas.

Sesampainya di sana, ia menemukan tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa dengan dua lubang bekas peluru di kepalanya.

Investigasi polisi menunjukkan bahwa Caroline ditembak sekitar pukul tiga lebih seperempat dalam upaya perampokan.

Annie Wickham, seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari situ, serta Daniel Kettle, seorang buruh tani, keduanya mengatakan pada polisi bahwa mereka mendengar dua ledakan keras seperti tembakan siang itu.

Meskipun telah terbukti bahwa Jenderal Luard berada di lapangan golf saat istrinya terbunuh, banyak masyarakat kota yang menganggapnya sebagai tersangka utama.

Ia juga menerima sejumlah surat tuduhan dan ancaman setelah kematian istrinya.

Kombinasi surat-surat dan pertanyaan-pertanyaan ekstensif tentang kematian istrinya membuat Jenderal Luard semakin terpuruk.

Ia akhirnya meninggalkan rumah keluarganya dan tinggal sementara waktu bersama rekannya, Kolonel Ward.

Luard bercerita kepada Ward bahwa tekanan yang ditujukan padanya sejak kematian istrinya sudah tak tertahankan lagi.

Tak lama kemudian, Luard berjalan ke persimpangan kereta West Farleigh dan menabrakkan dirinya ke kereta ekspress yang saat itu melintas.

Hingga saat ini, identitas pembunuh Caroline tak pernah terungkap.!break!

5. Pembunuhan Willie Starchfield (1914)

Willie Starchfield baru berusia lima tahun ketika ia dicekik hingga tewas dan jasadnya disembunyikan di bawah tempat duduk di kompartemen kereta.

Seorang anak laki-laki yang bekerja sebagai kurir menemukan jasad Willie pada sore hari tanggal 8 Januari 1914, di Stasiun Mildmay Park.

Bekas yang terdapat pada leher bocah menunjukkan bahwa ia dijerat dengan sepotong kabel yang kuat.

Bocah malang tersebut dengan cepat diidentifikasi sebagai Willie, putra John dan Agnes Starchfield, pasangan yang telah bercerai.

Willie tinggal bersama ibunya. Sebelumnya, Agnes menyuruhnya untuk mengerjakan tugas.

Itulah kali terakhir ibunya melihat Willie yang masih hidup.

Laporan petugas penyidik kematian menyatakan bahwa kematian Willie terjadi di rentang waktu 14.00 hingga 15.00.

Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan ()

Ketika kereta melakukan beberapa perjalanan, tubuh anak yang dibaringkan itu tak  diketahui, hingga ditemukan pada sore harinya.

Ayah Willie telah ditanyai kemana saja ia pergi pada hari kematian Willie.

Ia menyatakan bahwa dirinya berada di tempat tidur di sebuah rumah penginapan pada hari itu, dan ia sudah nggak bertemu putranya selama tiga minggu.

Sepotong kabel telah ditemukan oleh dua petugas kereta di jalur yang dilalui kereta Willie pada hari pembunuhan itu.

Sementara itu, saksi lain menyatakan bahwa ia telah melihat seorang pria di kompartemen kereta “membungkuk di atas sesuatu dan tampaknya mengikat bungkusan.

Mungkin, saksi yang paling penting ialah Clara Wood, yang mengenali ayah Willie dan melihatnya bersama seorang bocah laki-laki kecil di jalan.

Anak laki-laki tersebut tampak sedang memakan sepotong kue.

Starchfield dengan tegas membantah bahwa dirinya membunuh anaknya tapi akhirnya ia harus menjalani persidangan.

Saat persidangan, tuntutan jaksa gugur.

Wood dianggap saksi yang kurang bisa dipercaya karena nggak dapat mengingat rincian penting ketika ditanya.

Saksi potensial lain mencoba bunuh diri sebelum dimulainya persidangan dan nggak dipanggil untuk bersaksi.

Karena nggak ada bukti dan saksi kuat, Hakim pun memvonis bebas ayah Willie.

Sementara pembunuh yang sebenarnya tak terungkap hingga kini.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul 5 Kasus Pembunuhan Penuh Misteri, Hingga Kini Tidak Pernah Terungkap Siapa Pelakunya?

 https://medan.tribunnews.com/2020/04/04/5-kasus-pembunuhan-penuh-misteri-hingga-kini-tidak-pernah-terungkap-siapa-pelakunya?page=all

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved