Corona

Presentase Kematian Tertinggi di Asia, Media Asing Sebut Indonesia Paling Lambat Tangani Corona

Kini Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah presentase kematian tertinggi di Asia di atas 9%.

Wartakota/Nur Ichsan
Presentase Kematian Tertinggi di Asia, Media Asing Sebut Indonesia Paling Lambat Tangani Corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Media asing Bloomberg.com memberitakan bahwa Indonesia lamban bertindak untuk mencegah masuknya Virus Corona ke Indonesia.

Hal ini dikarenakan Presiden Jokowi, demikian laporan Bloomberg.com, telah menolak seruan untuk mengunci kota dan daerah (lockdown) untuk melawan virus.

Langkah keras seperti itu, Bloomberg katakan, paling merugikan orang miskin.

Kini Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah presentase kematian tertinggi di Asia di atas 9%.

Hal ini kemungkinan menandakan jumlah infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Pamakaman pasien yang terinfeksi virus corona atau covid-19
Pamakaman pasien yang terinfeksi virus corona atau covid-19 (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Analis menjelaskan bahwa hal ini disebabkan kurangnya kapasitas pengujian Covid-19, menurut analis Nomura.

“Kami pikir Indonesia adalah yang paling lambat dalam mengambil tindakan tegas dan oleh karena itu paling berisiko tertundanya penanggulangan wabah di dalam perbatasannya, dengan konsekuensi ekonomi negatif yang lebih besar,” kata analis Nomura yang dipimpin oleh Sonal Varma dalam laporan tersebut.

"Kekhawatiran yang terbaru adalah liburan mendatang yang berisiko meningkatkan penularan karena lonjakan perjalanan domestik."

Kekhawatiran pandemi yang terus menyebar ke daerah kepulauan yang lebih besar menyebabkan pemerintah melarang ritual tahunan jutaan orang Indonesia yakni mudik Lebaran.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang membawa pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020).
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang membawa pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pemerintah juga berjanji untuk melakukan segala hal untuk membatasi kerusakan pada ekonomi terbesar Asia Tenggara dari pandemi corona, dengan mengalokasikan 405 triliun rupiah ($ 25 miliar) untuk mendukung sistem kesehatan dan ekonomi.

Tindakan ini juga untuk sementara dapat menghapus batas defisit anggaran 3% dari produk domestik bruto untuk memungkinkan pemerintah meningkatkan pengeluaran.

(*)

Artikel ini teah tayang di Suar.ID dengan judul Jumlah Kematian Semakin Memprihatinkan, Media Asing Kecam Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Mengantisipasi Wabah Corona: Paling Lambat dalam Mengambil Tindakan Tegas.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved