INFO KESEHATAN

Cuaca Panas Bisa Mematikan Virus Corona, Benar Atau Hoax? Ini Penjelasan Para Pakar

Seiring dengan semakin mewabahnya Pandemi Covid-19 di Indonesia, imbauan atau ajakan untuk berjemur juga semakin sering terdengar.

kolase tribunpekanbaru
cuaca panas 

tribunnews
Gambar ilustrasi-Demam Berdarah di Tangerang jadi 87 Kasus, Lakukan Pencegahan Lingkungan hingga Kimiawi Berikut Ini. (Tribunnews)
April Pergantian Musim, Waspada Demam Berdarah
Selain itu perlu diwaspadai pula bahwa memasuki bulan April sampai Mei ini.

Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki pergantian musim, yang sering ditandai dengan merebaknya wabah Demam Berdarah.

Dari hasil kajian Tim BMKG dan UGM ini juga sangat merekomendasikan kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh, dengan memanfaatkan kondisi cuaca untuk beraktivitas atau berolahraga pada jam yang tepat.

Terutama di bulan April hingga puncak musim kemarau di bulan Agustus nant.

Pada April hingga Agustus 2020 suhu rata - rata diperkirakan berkisar antara 28 derajat Celcius hingga 32 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar antara 60% s/d 80%,.

Selain itu diingatkan lebih ketat menerapkan "Physical Distancing" dan pembatasan mobilitas orang ataupun dengan "Tinggal di Rumah", disertai intervensi kesehatan masyarakat, sebagai upaya untuk memitigasi atau mengurangi penyebaran wabah Covid-19 secara lebih efektif.

Karena cuaca yang sebenarnya menguntungkan ini, tidak akan berarti optimal tanpa penerapan seluruh upaya tersebut dengan lebih maksimal dan efektif.

Artikel ini telah terbit di Tribunnews.com dengan judul Benarkah Cuaca Panas Bisa Mematikan Virus Corona? Ini Hasil Kajian BMKG dan UGM

https://m.tribunnews.com/corona/2020/04/05/benarkah-cuaca-panas-bisa-mematikan-virus-corona-ini-hasil-kajian-bmkg-dan-ugm?page=all

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved