Manajemen Tiga Naga Bayarkan Gaji Pemain Bulan Maret 50 Persen, Hidayat: Jalankan Keputusan PSSI

Klub Tiga Naga Riau sebagai tim promosi, yang berlaga di Liga 2/2020, menegaskan, tidak ada persoalan mendasar tentang instruksi yang dikeluarkan PSSI

Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Manajemen KS Tiga Naga plus sang owner Rudi Sinaga, bersama Kadispora Kampar, KONI serta Askab PSSI Kampar, saat meninjau Stadion Tuanku Tambusai di Bangkinang, Kampar, Sabtu (15/2/2020) kemarin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di saat beberapa pemain di Liga 1 dan Liga 2 musim ini ada yang protes, terkait pembayaran gaji 25 persen dari Bulan Maret hingga Juni mendatang, tidak halnya dengan pemain klub Tiga Naga Riau.

Klub Tiga Naga Riau sebagai tim promosi, yang berlaga di Liga 2/2020, menegaskan, tidak ada persoalan mendasar tentang instruksi yang dikeluarkan PSSI tersebut (bayar 25 persen gaji pemain).

"Untuk Bulan Maret kita bayarkan 50 persen gaji pemain. Selanjutnya kita bayarkan 25 persen. Karena itu instruksi PSSI, kita jalankan instruksi PSSI tersebut," tegas Manajer Tiga Naga Riau Hidayat Minggu (5/4/2020) menjawab Tribunpekanbaru.com.

Sekadar diketahui, PSSI bersama PT LIB, sudah mengeluarkan instruksi pengunduran jadwal Liga, akibat darurat Corona. Pengunduran ditambah dari 30 Maret bergeser pada pada tanggal 29 Mei mendatang.

Dalam surat tertanggal 27 Maret tersebut menetapkan, bahwa klub harus membayar gaji pemain sebesar 25 persen, dari kesepakatan kontrak untuk Bulan Maret, April, Mei, dan Juni.

Ternyata keputusan tersebut diprotes  APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia). APPI menegaskan tidak setuju. Sebab, APPI tidak dilibatkan dalam penentuan keputusan. APPI menilai PSSI mengeluarkan keputusan sepihak. Padahal, berkaitan gaji itu harus disepakati pemain dan klub dulu.

"Kalau kita murni mengikuti instruksi PSSI," tegas Hidayat lagi. Disinggung apakah ada pemain Tiga Naga Riau keberatan dengan pembayaran gaji 25 persen ini?

"Pastinya ada. Tapi kan bukan keputusan kita. Itu tadi, kita hanya menjalankan keputusan PSSI. Tidak ada organisasi lain," sebut Hidayat.

Sebelumnya, APPI menilai keputusan pembayaran gaji sebesar 25 persen, sejak Maret-Juni, merupakan hal yang seharusnya disepakati oleh kedua belah pihak (klub dan pemain) terlebih dulu.

Sehubungan dengan hal tersebut, perubahan kontrak kerja wajib dilakukan dengan kesepakatan antara klub dan pesepak bola, tidak bisa dilakukan sepihak.

Padahal, berkaitan gaji pemain, harus disepakati pemain dan klub dulu. (Tribunpekanbaru.com/ Syafruddin Mirohi). 
 

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved