Riau Tanggap Darurat Covid 19

Bupati Pelalawan Mengaku Kecolongan Ada Aktivitas Keramaian Saat Wabah Covid-19

Grand Opening toko pakaian Tanah Abang di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Minggu (5/4/2020) terpaksa diminta bubur oleh kepolisian

TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Bupati Pelalawan Hm Harris didampingi Wabup Zardewan dan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Asril M.Kes menggelar konperensi pers di media centre kantor bupati terkait perkembangan Covid-19 di Pelalawan, Senin (6/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Grand Opening toko pakaian Tanah Abang di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Minggu (5/4/2020) terpaksa diminta bubur oleh kepolisian setempat.

Pasalnya, lauching toko baju dua lantai itu dilaksanakan ditengah wabah virus corona.

Ratusan warga datang mengunjungi toko hingga malam hari.

Kondisi ini bertentangan dengan imbauan pemerintah dan polisi, melarang acara yang melibatka orang banyak dan berkumpul di satu tempat.

Alhasil tim dari Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kerinci meminta warga bubar dan pengelola diimbau menutup tokonya yang baru diresmikan.

Terkait toko pakaian yang nekat menggelar grnad opening ditengah ancaman Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) itu, Bupati Pelalawan HM Harris mengaku kecolongan.

Tim gugus tugas Covid-19 tidak menyangka bakal ada peluncuran toko yang menjadi pusat perhatian dan berkumpul bagi orang banyak.

Seharusnya kegiatan itu tak terjadi dan pengelola mestinya sadar akan bahaya yang ditimbulkan.

"Dalam hal ini kita kecolongan. Kita tidak tahu ada acar itu. Setelah tahu baru laporkan ke polres dan dibuburkan," terang Bupati Harris saat konperensi pers di media centre Covid-19 Pelalawan, Senin (6/4/2020).

Harris menyatakan, acaranya digelar pada Hari Minggu, dimana seluruh tim gugus tuga sedang sibuk menangani bidang masing-masing.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved