Corona

Ini Puluhan Pernyataan BLUNDER Kabinet Jokowi Soal Wabah Corona di Indonesia, Tercatat di LP3ES

Di tengah-tengah terjadinya wabah Virus Corona, tak sedikit pejabat negara, bahkan presiden membuat pernyataan yang aneh yang bingungkan masyarakat.

Kompas.com/Ihsanuddin
Ini Puluhan Pernyataan BLUNDER Kabinet Jokowi Soal Wabah Corona di Indonesia, Tercatat di LP3ES 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wabah Virus Corona yang melanda di dunia membuat semua pihak merasa khawatir.

Kekhawatiran tersebut bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah korban, baik yang sedang menjalani perawatan maupun yang meninggal dunia. 

Di tengah-tengah terjadinya wabah Virus Corona, tak sedikit pejabat negara, bahkan presiden membuat pernyataan yang aneh dan membuat masyarakatnya bingung.

Di indonesia, Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial ( LP3ES) merilis penelitian mereka tentang komunikasi politik kabinet Presiden Joko Widodo selama pandemi Covid-19.

Hasilnya, selama menghadapi pandemi yang disebabkan virus corona itu ditemukan bahwa pemerintah banyak melakukan blunder atau kekeliruan dalam berkomunikasi.

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Selama kurun waktu 1 Januari hingga 5 April 2020, LP3ES menemukan adanya 37 pernyataan blunder pernyataan pemerintah terkait virus corona atau Covid-19.

"Dalam tempo kurang dari 100 hari sejak wabah corona menjadi isu dan ancaman di Indonesia sejak akhir Januari, telah ada 37 pernyataan blunder yang dikeluarkan Jokowi dan kabinetnya dalam penanganan Covid-19," kata Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto, saat konferensi pers, Senin (6/4/2020).

Wijayanto merinci, dari 37 pernyataan blunder itu, 13 di antaranya terjadi pada masa pra-krisis Covid-19.

Kemudian, 4 pernyataan terjadi selama masa awal krisis, dan 20 pernyataan terjadi di masa krisis.

Pernyataan ini disampaikan oleh berbagai pejabat, dari yang tertinggi hingga tingkat eselon 1.

Halaman
123
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved