Mengerikannya Lockdown di Filiphina, Presiden Duterte Sampai Masukkan 5 Perusuh ke Kandang Anjing

Beberapa negara telah melakukan penutupan atau lockdown untuk mencegah penularan virus coronan atau covid-19.

Mengerikannya Lockdown di Filiphina, Presiden Duterte Sampai Masukkan 5 Perusuh ke Kandang Anjing
Viral Press via metro via gridhot
Lima orang dikurung di kandang di Filipina setelah diduga melanggar jam malam coronavirus (Viral press via Metro)

Berdampak pada jutaan rakyat miskin yang kehilangan mata pencahariannya.

Beberapa jam sebelum Duterte memberikan perintah itu, sekitar 20 orang yang berasal dari dari permukiman kumuh Manila ditangkap polisi.

Dilansir AFP Kamis (2/4/2020), mereka menggelar aksi protes dengan menuduh pemerintah Filipina gagal menyediakan bantuan bagi kalangan miskin.

"Perintah saya kepada polisi dan militer, jika terjadi ketegangan dan nyawa kalian terancam, tembak mati saja perusuh itu," kata Duterte.

"Dari pada kalian menyebabkan masalah, lebih baik saya mengirim kalian ke pemakaman," kata presiden yang berjuluk The Punisher itu.

Dia melontarkan ancaman tersebut setelah Manila melaporkan wabah virus corona semakin memburuk meski lockdown telah berlangsung selama dua pekan.

Sebelum perintah tembak mati bagi perusuh dikeluarkan, foto yang beredar menunjukkan lima orang dikurung dalam kandang anjing setelah polisi di Filipina diduga menangkap mereka melanggar jam malam saat lockdown karena virus corona.

Saat ini, jutaan orang di Filipina sedang menjalani lockdown sebagai upaya pemerintah dalam menghentikan penyebaran Covid-19.

Tetapi tampaknya beberapa petugas menggunakan kekuasaan baru mereka terlalu jauh.

Petugas menjemput kelompok tersebut di kota Santa Cruz karena berada di luar lebih dari jam malam yang ditentukan.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved