Pertanyakan Perbedaan Data Pasien Corona DKI & Pusat, Karni Ilyas: Masa Nasional Lebih Kecil?

Karni Ilyas menyebut data korban Virus Corona di DKI Jakarta jauh lebih banyak dari yang disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto

instagramindonesialawyersclub
Karni Ilyas 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penangan pandemi Virus Corona di Indonesia terus menjadi perbincangan.

Kali ini, Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas berkomentar.

Dia menyoroti beda data korban Virus Corona secara nasional dengan di DKI Jakarta.

Dilansir TribunWow.com, Karni Ilyas menyebut data korban Virus Corona di DKI Jakarta jauh lebih banyak dari yang disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Menurut Karni Ilyas, perbedaan data itu disebabkan karena lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

//

Pernyataan tersebut gamblang disampaikan Karni Ilyas melalui tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020).

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020).
Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam tayangan YouTube tvOneNews, Senin (6/4/2020). (YouTube tvOneNews)

Pencuri CELANA DALAM Wanita Suka Warna Pink, Pemuda ini Ungkap Manfaat Lain dari Celana Dalam Cewek

Daftar Harga HP Samsung Bulan APRIL 2020, Banyak Perubahan Harga Hp Samsung, Cek Disini

Menkumham DIBULLY dI Medsos, Yasonna Laoly: Ampun Deh, Bahasanya Kasar, Berhalusinasi, Memprovokasi

Pada kesempatan itu, Karni Ilyas bahkan mempertanyakan data asli korban Virus Corona.

"Ini sesuatu koordinasi yang katakanlah lemah sekali di kita dari zaman dulu, bukan sekarang aja," jelas Karni Ilyas.

"Apalagi koordinasi wilayah-wilayah atau daerah-daerah. Sebetulnya berapa sih korban dari Covid-19 atau Corona ini, akibatnya sekarang jadi kabur."

Terkait hal itu, Karni Ilyas lantas menyinggung pernyataan Achmad Yurianto soal korban Virus Corona,

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Menurut dia, jumlah korban yang disampaikan Achmad Yurianto justru jauh lebih kecil ketimbang jumlah jasad yang sudah dikuburkan DKI Jakarta akibat Virus Corona.

"Karena sampai saat ini juru bicara Covid-19 masih menyebut angka 209 yang meninggal dari 2.491 yang sudah terinfeksi oleh Virus Coronal," kata Karni Ilyas.

"Sementara dari DKI data yang ada justru DKI sudah memguburkan 400 lebih jenazah."

Sempat Direkam, Pemuda Pencuri Celana Dalam Warna Pink Ditangkap Warga Saat Beraksi

Putra Presiden Soeharto Diancam Dibunuh, Khirani Trihatmodjo Mengaku Dapat Pesan Misterius

Ini Daftar Nama 25 Dokter Yang Meninggal Dunia Akibat Virus Corona di Indonesia

Perbedaan data itulah yang menurutnya semakin menunjukkan bahwa pemerintah tak siap menghadapi wabah Virus Corona.

"Jadi masa data nasional lebih kecil dari data DKI? Bagaimana daerah-daerah lain?," ujar Karni Ilyas.

"Jadi kita memang enggak begitu siap untuk menghadapi musibah ini, wabah ini."

Lebih lanjut, Karni Ilyas menyoroti banyaknya negara yang kewalahan menghadapi Virus Corona.

Menurut dia, kesulitan itu semakin bertambah karena belum diketahui lama waktu Virus Corona menyerang.

Beda Dulu Dengan Sekarang! Masyarakat Diminta Pakai Masker, Bahkan Ada Wacana Denda yang Tak Pakai

KISAH Karyawan Di-PHK di Pekanbaru Akibat Covid-19, Pesangon Budi Hanya Cukup untuk 2 Bulan Saja

Kontestan Liga Dangdut (LIDA) Pulang Kampung Disambut Ratusan Warga, Seolah Tak Takut Virus Corona

"Dan tidak hanya kita sebetulnya, negara lain juga kewalahan dengan wabah yang tidak bisa diperkirakan betapa besarnya, berapa banyak dan sampai kapan ini berlangsug," ucapnya.

Karena itu, Karni Ilyas menyebut para pekerja informal akan sangat merasakan dampak serangan Virus Corona.

Sebab, para pekerja itu bergantung pada penghasilan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kita sudah bicara tentang dilema yang dihadapi oleh rakyat, terutama rakyat yang bekerja di sektor informal," jelas Karni Ilyas.

"Di satu pihak dia kita suruh untuk tinggal di rumah, sementara dia baru mendapatkan nafkah kalau dia keluar rumah."

Simak video berikut ini dari menit awal:

Puluhan Tenaga Medis Tewas

Sebelumnya, Virus Corona bisa menyerang siapa saja termasuk para tenaga medis.

Sebagai garda terdepan, para tenaga medis itu meninggal setelah menangani masalah Virus Corona.

Hingga Senin (6/4/2020), tercatat ada puluhan tenaga medis yang meninggal setelah menangani Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Official iNews pada Senin (6/4/2020), angka kematian tenaga medis di Indonesia cukup tinggi.

Wakil Ketua Umum PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan ada sekitar 20 dokter meninggal termasuk dokter yang masih berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Lalu ada lima dokter gigi serta enam perawat meninggal karena terpapar Virus Corona.

"Saat ini data yang ter-record di kita yang memang terkonfimasi dia dengan PDP ataupun yang sudah terkonfirmasi hasil swab itu yang dokter ya itu sekitar 20 dengan 5 orang saat ini dokter gigi, dan infomasi yang kami dapatkan 6 perawat,"ujar Adib.

Sedangkan berdasarkan data dari situs medscape, Adib mengatakan sudah ada sekitar 100 dokter meninggal di luar Indonesia.

Angka kematian tenaga medis di Italia tercatat yang paling banyak.

"Nah pada saat kemudian kita bicara saat ini dalam jangka satu bulan dibandingkan secara total data yang kita bandingkan medscape di seluruh dunia, total seluruh di dunia di luar yang ada di Indonesia itu ada sekitar 100 dokter yang meninggal dengan jumlah terbanyak dari Italia," jelas Adib.

Menurut analisa tim IDI, ada banyak faktor yang menyebabkan dokter-dokter tersebut meninggal.

"Tapi kalau kemudian kita coba menganalisa dan kita juga diskusikan di internal profesi ada berapa faktor juga yang mengakibatkan meninggalnya para tenaga kesehatan kami," lanjutnya.

Adib mengatakan, selain faktor usia dan faktor penyakit bawaan ada pula faktor keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD).

"Memang selain faktor usia, faktor penyakit penyerta dan juga memang ada hal-hal lain yang kemudian mengakibatkan terjangkit atau tertular."

"Salah satunya juga faktor kekurangan APD di dalam pelayanan," tukasnya. (TribunWow.com/Jayanti Tri Utami/Mariah Gipty)

 
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved