Breaking News:

Banjir di Pelalawan

132 KK Terdampak Banjir di Dua Desa di Pelalawan, Ketinggian Air Genangi Rumah Capai 150 Centimeter

Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Nilo hingga meluber ke jalan dan rumah-rumah warga di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam

Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
132 KK Terdampak Banjir di Dua Desa di Pelalawan, Ketinggian Air Genangi Rumah Capai 150 Centimeter 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Sampai hari ini, Selasa (7/4/2020), banjir masih melanda Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Air menggenangani permungkiman warga serta fasilitas umum lainnya.

Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Nilo hingga meluber ke jalan dan rumah-rumah warga di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.

Kedua desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ini menjadi langganan banjir ketika musim hujan.

"Pada umumnya ada mulai surut di kedua lokasi banjir, meski tidak terlalu signifikan," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (7/4/2020).

Banjir di Lubuk Kembang Bunga mengalami penurunan hingga 15 centimeter dan saat ini ketinggian air antara 100 sampai 150 centimeter.

Demikian juga di Desa Air Hitam penurunan diatas 10 centimeter dengan ketinggian air yang hampir sama dengan Lubuk Kembang Bunga.

Berdasarkan laporan yang diterima dari dua desa, warga yang terdampak banjir sebanyak 132 Kepala Keluarga (KK) dengan 481 jiwa.

Kemudian 105 rumah yang terdampak dan 27 rumah yang terendam banjir.

"Sampai saat ini datanya ada enam kepala keluarga yang mengungsi ke rumah warga lain atau ke rumah saudaranya yang tidak kena banjir," tandas Hadi.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved