Dampak Virus Corona

BREAKING NEWS: Buruh Bongkar Muat di Bengkalis Rasakan Dampak Corona, Pendapatan Harian Berkurang

Pelan-pelan masyarakat mulai merasakan dampak ekonomi dari wabah Virus Corona, Covid 19.

TRIBUN PEKANBARU / MUHAMMAD NATSIR
Buruh bongkar di pelabuhan camat Bengkalis keluhkan sepinya barang bongkar masuk Bengkalis, Selasa (7/4/2020) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pelan-pelan masyarakat mulai merasakan dampak ekonomi dari wabah Virus Corona, Covid 19.

Meskipun tidak terjangkit langsung dengan virus ini, secara ekonomi mulai dirasakan dampaknya, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang bekerja serabutan.

Satu diantaranya di rasakan oleh kalangan buruh bongkar muat di Bengkalis. Mereka merasakan sekali penurunan pendapatan sejak wabah ini melanda.

Jika dihari biasanya, mereka bisa menghasilkan uang saat bongkar muat barang sekitar seratus ribu rupiah. Kini pil pahit harus mereka rasakan terkadang pulang ke rumah hanya mengantongi uang sebanyak 35 ribu rupiah.

Hal ini diiungkap Rudi Hartono Ketua bongkar muat dan Korlap Dewan Pimpimam Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Bengkalis, Selasa (7/4) siang.

Menurut dia, sejak mewabahnya virus Corona buruh Bengkalis hanya mengharapkan upah dari bongkar truk yang masuk di Bengkalis. Sedangkan, untuk muat barang sudah tidak pernah lagi.

"Sebelumnya sehari bisa terkejarlah para buruh ini mendapat upah sebesar Rp 100 ribu perharinya. Dampak dari virus corona ini jauh menurun dan menjadi Rp 35 ribu perharinya, itupun harus menunggu sampai malam truk pengangkut barang masuk," ungkap Rudi.

Selain bongkar truk, penurunan juga di rasakan mereka di pelabuhan, karena kapal pengangkut barang juga sudah jarang masuk.

"Kapal barang sudah jarang, kalaupun ada satu satu satu yang masuk," ungkapnya.

Hal yang sama diungkap Arifin (57) satu diantara buruh bongkar muat barang di pelabuhan camat Bengkalis, menurut dia walaupun saat hanya mendapatkan upah sekitar 35 ribu hingga 50 ribu rupiah perharinya, dirinya tetap bekerja dikarena untuk menafkahi kehidupan anak dan istrinya dirumah.

"Sekarang ini untuk mendapatkan 80 ribu per hari saja susahnya minta ampun, apalagi keadaan ekonomi sekarang ini sangat merosot. ditambah kondisi sekarang virus yang ada membuat pendapatan kami sangat jauh berkurang," ucap Arifin.

Arifin berharap adanya bantuan pemerintah untuk meringankan beban mereka. Karena dengan penghasilan yang tidak menentu ini terkadang tidak mencukupi untuk makan sehari hari.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved