Dampak Virus Corona

STORY - Kisah Ibu-ibu di Inhil Jahit Masker, Awalnya Buat Kebutuhan Desa, Kini Sampai Dipesan Bupati

Saat ini, Kartini menyebutkan bahwa masker yang di produksi nantinya akan dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau yaitu, Rp. 3.000 per lembar.

Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Konsumen memperlihatkan masker berwarna biru yang merupakan hasil inovasi ibu-ibu PKK Sungai Raya Inhil. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Langka dan mahalnya harga masker ditengah pandemi Covid-19 ini justru menjadi motivasi bagi ibu-ibu di Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka.

Berawal dari kondisi sulit tersebut, ibu-ibu yang tergabung di TP.PKK Desa Sungai Raya ini berinisiatif memproduksi sendiri masker berbahan kain.

Tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sungai Raya, hasil produksi ibu-ibu PKK di Desa Sungai Raya ini juga memenuhi kebutuhan masyarakat luar desa.

Menurut Kepala Desa Sungai Raya Kartini menuturkan, usaha ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Perawat Pasien Corona 2 Minggu Tidur di RSUD AA Pekanbaru, Cuma Bisa Video Call Anak: Rindunya Berat

Awalnya Menangis Minta Makan, Balita di Sumsel Tewas Akibat Dipukul Piring oleh Ibu Kandungnya

STORY - Cara Suku Talang Mamak Halau Covid-19, Persembahkan Kambing Hitam untuk Leluhur

Namun di tengah gencarnya pemerintah mensosialisasikan pemakaian masker untuk pencegahan Covid-19, ketersediaan masker saat ini justru sangat minim.

“Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk memproduksi sendiri. Awalnya, masker yang kami produksi hanya untuk masyarakat Desa Sungai Raya. Namun seiring berjalannya waktu, ada beberapa pesanan dari instansi pemerintah,” ungkap Kartini, Selasa (7/4).

Saat ini, Kartini menyebutkan bahwa masker yang di produksi nantinya akan dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau yaitu, Rp. 3.000 per lembarnya.

“Harga terjangkau. Hasil penjualan tersebut setidaknya dapat membantu para pembuat masker tersebut sebagai uang lelah mereka,” jelasnya.

Pemesan pun saat ini banyak datang dari kalangan pemerintah, seperti Bupati, Wakil Bupati, Kesbangpol, Inspektorat dan lainnya.

“Tadi kita juga baru antar pesanan dari ibu Bupati dan Wakil Bupati serta Kesbangpol Inhil,” tuturnya.

Kartini menjelaskan, kemampuan untuk memproduksi masker saat ini masih minim, karena produksi masih mmenggunakan alat yang minim dan menggunakan mesin yang manual.

“Alat yang kita gunakan masih manual, sehingga menjadi kendala dalam produksi masker tersebut. Produksi kita maksimal sehari hanya 100 pcs. Tapi Alhamdulillah dengan alat yang seadanya ini bisa memproduksi masker yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved