Akan Berlaku di Jakarta, Apa Itu PSBB, Bagaimana Peraturannya dan Apa Bedanya dengan Lockdown?

Satu diantara pertimbangan pemerintah menyetujui status PSBB yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta adalah alasan kesehatan.

Dokumentasi Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga berjalan melintas di depan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang tutup Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah pusat telah menyetujui status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diajukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Status PSBB tersebut akan berlaku mulai Jumat 10 April 2020 di DKI Jakarta.

Ini menyusul persetujuan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

Satu diantara pertimbangan pemerintah menyetujui status PSBB yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta adalah alasan kesehatan.

Jakarta diketahui sebagai provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak.

"Bukan hanya pertimbangan Kemenkes, tapi pertimbangan Gugus Tugas. Itu aspeknya banyak, pertama pasti aspek kesehatan, nomor satu itu," ujar Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kemenkes Busroni dilansir dari Kompas.

Selain itu, hal lain yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat adalah aspek keselamatan warga.

Anies Baswedan dan Menkes Terawan
Anies Baswedan dan Menkes Terawan (Kolase Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri/KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Jakarta merupakan pusat penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

Pertimbangan lainnya adalah alasan perekonomian.

"Kedua, aspek keselamatan. Ketiga, aspek ekonomi," kata Busroni.

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved