Breaking News:

Wabah Virus Corona

Persiapkan Kematian Satu Persatu Warganya akibat Virus Corona, Ratusan Kuburan sudah Digali

Seakan sudah mengetahui kematian warganya. Negara ini sudah gali ratusan kuburan serta mempersiapkan ratusan plastik mayat

Editor: Budi Rahmat
TribunJakarta.com
suasana pemakaman jasad pasien Corona 

"Kami sudah bersiap untuk yang terburuk. Tak hanya 400, namun 600 kuburan sudah digali di pemakaman untuk korban virus corona," tuls Filatov.

Komplek pekuburan ramai didatangi mobil jenazah
Komplek pekuburan ramai didatangi mobil jenazah (TribunJakarta.com)

Selain itu, si wali kota mengungkapkan pemerintahannya sudah membeli ribuan kantong plastik untuk menyimpan jenazah dari korban,

Juru bicara Filatov, Yulia Vitvitska, kepada AFPmengonfirmasi mereka sudah menggali 615 liang lahat dan mempersiapkan 2.000 kantong mayat.

Filatov juga menekankan, tim medis dilarang melakukan otopsi dari jasad orang yang diduga meninggal karena terpapar virus corona.

Jika pernyataan saja dianggap tak mampu menakuti warga untuk di rumah saja, dia juga menyertakan foto maupun video pengerjaan liang lahat.

Video yang dirilis memperlihatkan para pekerja sudah menggali lubang di lapangan besar yang dikelilingi hutan, di kompleks pemakaman.

 Kritik Presiden Soal Penanganan Corona, Miliarder China Ini Ditahan Aparat

 COVID-19 Semakin Ganas Setelah Bermutasi, Akibatnya Virus Corona Sulit Diberantas

 WN China ini Masuk ke Wilayah Indonesia yang Masih Bebas Corona, Sukses Masuk dari Timor Leste

Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon.
Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Publik merespons pernyataan Filatov beragam. Ada yang menudingnya hanya menciptakan kepanikan dan membuat masyarakat gundah.

Tetapi, ada juga yang memuji dia, menyatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Dnipro berusaha meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Filatov sendiri tidak berusaha meminta maaf atas pernyataannya. "Ini bukan panik, tapi logis. Atas izin Tuhan, kami akan memerlukan makam dan kantong mayat," kata dia.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com : Pastikan Warganya Diam di Rumah Selama Covid-19, Kota di Ukraina Gali Ratusan Makam

Tiga ABK Diduga Positif Virus Corona Hingga Dilarang Bersandar, Penumpangnya Nekat Nyemplung ke Laut

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved