Breaking News:

Virus Corona di Riau

Petugas Medis Meninggal Saat Tangani Corona Dapat Santunan Rp 300 Juta, Gubri : Semoga Tidak Terjadi

Di tengah mewabahnya virus corona, para petugas medis menjadi orang yang berada digarda terdepan.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi FOTO / AFP
Ilustrasi Petugas Medis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di tengah mewabahnya virus corona, para petugas medis menjadi orang yang berada digarda terdepan.

Mereka secara langsung menangani dan merawat pasien Covid-19. Baik yang masih suspek maupun yang sudah positif.

Pekerjaan petugas medis ini pun memiliki resiko yang besar. Karena bisa saja mereka tertulah oleh virus mematikan ini.

Meski sejauh ini di Riau belum ditemukan ada petugas medis yang positif corona, namun Pemprov Riau sudah menyiapkan ssantunan kepada petugas kesehatan yang wafat dalam menjalankan tugasnya.

"Kalau ada diantara tenaga kesehatan yang meninggal, kita sudah siapkan santunan," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Kamis (9/4/2020).

Gubri menegaskan, santunan yang disiapkan oleh Pemprov Riau tidak digunakan. Sebab ia tidak ingin ada petugas medis yang gugur dalam bertugas saat berperang melawan virus corona.

Sehingga pihaknya terus memberikan dukungan kepada para petugas medis agar bisa menjaga kesehatanya ditengah tugasnya yang berat dalam merawat pasien corona.

"Kita ingin tenaga medis ini benar-benar dihargai. Jadi kita sudah mengantisipasi itu, meski kita berharap semoha hal itu jangan sampai terjadi," katanya.

Pemprov Riau akan memberikan santunan sebesar Rp 300 juta per orang, jika ada petugas medis yang meninggal saat menangani pasien corona di Riau.

Namun hal tersebut diharapkan tidak terjadi. Santunan tersebut tidak hanya diberikan kepada dokter dan perawat saja, namun juga termasuk tenaga penunjang lainya, mulai dari petugas gizi yang mengantarkan makanan untuk pasien covid termasuk cleaning service.

"Jadi tidak hanya dokter, perawat, tapi semua yang terlibat dalam penanggulangan wabah virus corona ini di rumah sakit rujukan akan mendapatkan santunan," katanya.

Sebelumnya Pemprov Riau juga sudah mengalokasikan anggaran untuk tunjangan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Riau sebesar Rp 1,5 juta per hari untuk setiap tenaga medis.

Dengan insentif ini, artinya, apabila seorang tenaga medis bekerja sebulan penuh menangani pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan yang ditentukan pemerintah, maka ia bisa membawa pulang tunjangan Rp 45 juta di luar gaji.

"Iya, pata petugas medis ini diberikan insentif Rp 1,5 juta per orang, per hari," kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Praya Jaya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved