Kasus Karhutla di Riau

PT SSS Dituntut Pidana Denda Total Rp 60 Miliar lebih dalam Perkara Karhutla di Riau

Terdakwa korporasi PT SSS yang diwakili Direktur Utama (Dirut) Eben Ezer Lingga didampingi penasehat hukumnya H Makfuzat Zein SH MH

Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
PT SSS Dituntut Pidana Denda Total Rp 60 Miliar lebih dalam Perkara Karhutla di Riau. Foto: Sidang perkara Karhutla PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan beberapa waktu lalu. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa PT SSS yang diwakili Eben Halomoan Lingga selaku Dirut dengan pidana denda sebesar Rp 5 Miliar," terang Jaks Rahmat kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (9/4/2020).

Selain pidana denda Rp 5 M, JPU juga menuntut agar hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pemulihan lahan yg rusak akibat kebakaran seluas 155,2 hekta dengan biaya sebesar Rp. 55.212.592.890,-.

Jadi total tuntutan pidana dari JPU mencapai Rp 60,2 M lebih kepada PT SSS.

"Dari lima dakwaan kombinasi yang kita bacakan dulu, yang kita nilai terbukti itu hanya dua pasal dakwaan saja dalam tuntutan ini," tambah Rahmat.

Ia menyebutkan, penyusunan surat tuntutan terhadap perkara Karhutla ini dilakukan secara berjenjang mulai dari Kejaksaan Agung RI (Kejagung), kemudian ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dan turun ke Kejari Pelalawan.

Pihaknya menilai tuntan ini sudah memenuhi unsur keadilan jika hakim mengabulkannya dalam putusan nanti.

Setelah pembacaan tuntutan, sidang ditutup majelis hakim.

Sidang akan dilanjutkan lagi pada Selasa 14 April 2020 mendatang dengan agenda pledoi dari terdakwa perseorangan Alwi Omni Harahap dan terdakwa korporasi PT SSS.

Kasus Karhutla di Riau - Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung.

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved