Update Virus Corona

UPDATE Hasil Sementara Rapid Test di Provinsi Riau, 14 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah menerima hasil pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan di 12 kabupaten kota se Riau.

TRIBUN PEKANBARU / SYAIFUL MISGIO
FOTO ILUSTRASI - Pelaksanaan rapid test di Kota Pekanbaru, pada kamis (2/4/2020) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah menerima hasil pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan di 12 kabupaten kota se Provinsi Riau.

Hingga Kamis (9/4/2020) Diskes Riau mencatat dari 1.971 rapid test yang sudah dilaksanakan di kabupaten kota ditemukan ada 14 orang yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.

"Hasil pelaksanaan rapid test sementara kita temukan ada 14 orang yang positif. Sedangkan sisanya 1.877 orang hasilnya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Kamis (9/4/2020).

Hingga saat ini proses pelaksanaan rapid test di kabupaten kota masih berjalan. Sebab dari 7.420 rapid test yang didistribusikan ke kabupaten kota, baru 1.891 yang sudah dilaksanakan. Masih ada 5.529 rapid test yang belum dilaksanakan.

Mereka yang dilakukan rapid test ini adalah warga Riau yang berstatus Orang Dalam Pemantuan (ODP) yang tersebar di seluruh kabupaten kota se Provinsi Riau.

Umumnya mereka adalah TKI dari Malaysia dan ada beberapa warga lainya yang baru pulang dari daerah di Indonesia yang masuk zona merah.

"Untuk data lengkapnya bisa ditanyakan ke kabupaten kota langsung, karena provinsi hanya menerima laporan dari kabupaten kota," ujar Mimi.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengatakan, bahwa hasil rapid test bukan untuk menentukan seorang positif covid-19 atau tidak

. Sebab seseorang baru bisa dinyatakan positif korona setelah dilakukan pemeriksaan uji sampel swab yang dilakukan di labor kesehatan.

"Rapid test itu tujuanya hanya untuk men-screening mana yang beresiko mana yang tidak beresiko. Kalau hasil rapid testnya positif baru dilanjutkan dengan uji swab, kalau hasil uji swabnya negatif berarti aman, tapi kalau hasilnya swabnya positif, ini yang langsung diisolasi dan dirawat," kata Indra Yopi.

Namun untuk TKI yang berasal dari Malaysia atau warga Riau yang baru pulang dari zona merah, meski hasil rapid testnya negatif tetap harus dilakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Supaya menjamin dia aman dan tidak menular ke orang terdekatnya. Jadi karantina di rumah itu tidak bisa seenaknya, dia harus menjaga sosial distancing yang kuat, tidak boleh bercanda-canda dengan anaknya, memeluk dan segala macam itu tidak boleh. Kalau bisa pakai masker, meskipun di rumah," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved