Video: APD Sulit Didapat, RS Awal Bros Membuatnya Sendiri Untuk Tim Medis

Rumah Sakit Awal Bros bekerjasama dengan Rumah Jahit Sangira dan para relawan dari berbagai kalangan berkolaborasi membuat alat pelindung diri (APD)

TRIBUNPEKANBARU.COM- Rumah Sakit (RS) Awal Bros bekerjasama dengan Rumah Jahit Sangira dan para relawan dari berbagai kalangan berkolaborasi membuat alat pelindung diri (APD) untuk para tim medis di RS Awal Bros Grup di Provinsi Riau .

Workshop pembuatan APD tersebut dilakukan di Ruangan Ortotik Prostetik RS Awal Bros A Yani .

Koordinator Relawan APD Dian Nur Cahyo, menyampaikan bahwa pembuatan APD hazmat suit dibuat dari bahan spunbond yang sudah terverifikasi untuk penggunaan bagi dokter penanganan Covid-19.

“Kita potong dan kita jahit disini, dalam sehari produksinya bisa mencapai 50 pcs dan kita distribuskan ke RS Awal Bros Grup , terutama di A Yani, karena disini kita menangani PDP (pasien dalam pengawasan) jadi yang utama kita arahkan ke RS Awal Bros ini,” kata Cahyo belum lama ini.

Pihaknya menargetkan dapat memproduksi 1000 pcs hazmat suit dan masker dalam waktu dekat ini, namun menurut dia, bahan baku sudah mulai sulit didapatkan di pasaran, “kain spunbond mulai langka, karet untuk membuat masker juga susah untuk mendapatkannya,” tambah Cahyo.

Terdapat sekitar 13 mesin jahit dari Rumah Jahit Sangira dan para relawan yang digunakan untuk pembuatan APD di Ruangan Ortotik Prostetik RS Awal Bros A Yani.

Relawan yang bekerja memiliki background yang bermacam-macam, ada yang mahasiswa, penjahit maupun guru. "Kita semua bahu-membahu untuk membuat hazmat suit, masker dan APD-APD yang lain,” jelas Cahyo.

Sementara itu, disampaikan Juru Bicara Harian Covid-19 RS Awal Bros Grup dr Dedi Agusmar, workshop untuk pembutan APD diadakan sejak seminggu yang lalu ketika Virus Corona atau Covid-19 mulai merebak di Provinsi Riau , sementara itu semua APD sangat sulit untuk dijumpai.

“Kalau adapun harganya sudah gila-gilaan, dulunya Surgical Face Mask harganya hanya Rp 25 ribu/box dan isinya 50 pcs, sekarang harganya melonjak hingga Rp 500 ribu/box.

Nah sedangkan kebutuhan kita untuk menata laksana pasien itu sangat banyak, mulai dari petugas cleaning service, sekuriti, perawat dan dokter itu sudah berapa lembar satu hari, sehingga kita butuh dalam skala yang banyak,” kata Dedi

Dijelaskannya karena sulit dijumpai dan harganya yang mahal maka pihak RS Awal Bros berinisiatif untuk membuat APD sendiri. Contoh yang telah kita buat adalah face shield atau pelindung wajah dan ini kriteria bahannya harus tahan terhadap air.

"Karena pola penyebaran wabah Covid-19 ini adalah droplet, ketika bersin atau batuk tersembur dari rongga hidung atau rongga mulut bisa menyebar, sehingga harus dilindungi dengan bahan yang tahan terhadap air,” ujarnya.

Dilanjutkan Dedi, pihaknya juga pernah membeli hazmat suit (Hazardous Material Suit) dengan harga Rp 500 ribu/pcs, dalam satu shift, tim medis yang berdinas seperti perawat hingga dokter spesialis bisa mencapai 10 orang lebih, lalu dilanjutkan lagi dengan shift-shift berikutnya.

“Itu sekali pakai harus langsung dibuang, kalau sempat kita rata-ratakan saja dalam satu hari kita pakai 50 stel, kita kali Rp 500 ribu, itu Rp 25 juta satu hari, karena itu dari RS Awal Bros Grup mencanangkan untuk membuat workshop sendiri memproduksi APD,” kata Dedi. (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

Penulis: Theo Rizky
Editor: aidil wardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved