Corona

Calon Pengantin PDP Corona di Madiun MUNTAH DARAH, Sempat Dibawa ke Dukun Sebelum Meninggal

Selama tiga hari di rumah, L merasakan badannya lemas, tidak mau makan, dan sulit diajak berkomunikasi.

Tribun Video
Calon Pengantin PDP Corona di Madiun MUNTAH DARAH, Sempat Dibawa ke Dukun Sebelum Meninggal 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang WANITA berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona berinisial L (23) meninggal dunia.

Calon pengantin asal Madiun itu dikabarkan sempat sakit selama satu minggu di Jakarta.

Namun, PDP Covid-19 ini akhirnya pulang kampung lantaran berencana menikah dalam waktu dekat ini.

//

“Sebenarnya almarhumah setelah mudik tahun ini akan menikah dengan kekasihnya."

"Namun, Allah berkehendak lain, ia meninggal setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soedono Madiun,” ujar Camat Kare Tarnu Ashidiq yang dihubungi Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang membawa pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020).
ilustrasi penyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang membawa pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menurut Tarnu, saat di Jakarta, L sempat dibawa ke rumah sakit dan sempat diopname dan didiagnosis sakit demam berdarah.

Selanjutnya korban dipulangkan dan diantar langsung oleh majikannya menggunakan mobil pribadi ke kampung halaman L, Sabtu (4/4/2020).

Setiba di rumah, korban tidak langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dibawa ke dukun

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Selama tiga hari di rumah, L merasakan badannya lemas, tidak mau makan, dan sulit diajak berkomunikasi.

Khawatir dengan kondisi L, orangtuanya membawa L ke Gresik untuk mendapatkan pengobatan alternatif oleh orang pintar, Selasa (7/4/2020).

Di tempat pengobatan itu, L dinyatakan tidak sakit terjangkit Corona.

Namun, sakit yang diderita karena disantet orang.

Hal itu terlihat dari korban yang muntah darah.

Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon.
Ilustrasi pemakaman jasad pasien Corona (Tribunnews/Irwan Rismawan)

“Saya mendapatkan informasi hasil pengobatan di Gresik. Disebutkan korban bukan sakit Corona, tetapi karena dibuat orang karena yang bersangkutan muntah darah,” ujar Tarnu.

Sepulang dari Gresik, Rabu (8/4/2020) pagi, L yang masih dalam kondisi lemas dibawa orangtuanya ke puskesmas.

L kemudian dirujuk ke RSUD dr Soedono karena riwayat korban yang pulang bekerja dari zona merah Corona.

Di rumah sakit, korban kembali mengalami muntah-muntah lalu diopname.

Kondisi kesehatan korban makin menurun dan akhirnya meninggal dunia, Kamis (9/4/2020) pukul 16.00 WIB.

Jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat dengan SOP pemakamanan jenazah Corona.

Keluarga dan warga dikarantina

Tarnu menambahkan setelah korban dirawat di RSUD Soedono, sore harinya rumah korban disemprot disinfektan.

Keluarga dan warga yang kontak langsung dengan L diminta mengarantina diri secara mandiri.

“Alhamdulillah, keluarganya semuanya dalam kondisi sehat,” kata Tarnu.

Tarnu menyayangkan tindakan majikan korban yang memulangkan korban dalam kondisi sakit.

Semestinya korban tetap dirawat di rumah sakit hingga sembuh, bukan malah dipulangkan. 

(*)



Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Babby Sitter PDP Corona Meninggal Dunia di Madiun, Sempat Disangka Disantet karena Muntah Darah.

 
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved