Kisah Kasih Tak Sampai, Gadis PDP Virus Corona Meninggal Dunia sebelum Nikahi sang Kekasih

Kasih tak sampai, niat hati hendak menikahi sang pujaan hati, Namun gadis PDP virus corona menghembuskan nafas terakhir tanpa kekasih mendampingi

Topsante
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Kisah kasih tak sampai. Gadis PDP Virus Corona menghembsukan nafas terakhrinya tanpa didampingi sang kekasih.

Niat menikah tak kesampaian karena ajal terlebih dahulu menjemput. 

Ia dikebumikan dengan protokoler paisen virus corona. Pernikahan itu pun tidak akan pernah terjadi lagi.

Padahal dalam waktu dekat ini. Meski dalam wabah virus corona pernikahan itu akan berlangsung.  Pernikahan rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat setelah L pulang dari Jakarta.

Raja Kerajaan Kandang Wesi Ngaku Temukan Obat Virus Corona, Klaim Penyakit Akan Hilang Waktu 2 Hari

MENIPU Driver Ojol di Tengah Wabah Corona, Penumpang ini Akhirnya Kena Karma, Alami Gejala Covid-19

BREAKING NEWS : Pasien Positif Virus Corona di Riau Bertambah 1 Orang, Diduga Terjangkit di Jakarta

Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon.
Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Namun rencana ada pada yang maha kuasa, L (23) yang bekerja sebagai pengasuh anak atau baby sitter ,eninggal dunia.

Sudah delapan tahun L merantau menjadi seorang pengasuh di Jakarta.

“Sebenarnya almarhumah setelah mudik tahun ini akan menikah dengan kekasihnya. Namun, Allah berkehendak lain, ia meninggal setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soedono Madiun,” ujar Camat Kare Tarnu Ashidiq yang dihubungi Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Tarnu menceritakan, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, L sudah sakit di Jakarta selama sepekan.

Oleh majikannya, L dibawa ke rumah sakit dan sempat diopname dan didiagnosis sakit demam berdarah.

Selanjutnya korban dipulangkan dan diantar langsung oleh majikannya menggunakan mobil pribadi ke kampung halaman L, Sabtu (4/4/2020).

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved