Citizen Report

KISAH Perantau yang Miskin hingga Berbagi Nasi Kotak saat Wabah Virus Corona

Seorang warga perantau Koto Madjid Pulau Gadang Kampar merantau ke Pekanbaru sejak November 1967, atau 53 tahun yang lalu

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
KISAH Perantau yang Miskin hingga Berbagi Nasi Kotak saat Wabah Virus Corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM, CITIZEN JOURNALISM - Seorang warga perantau Koto Madjid Pulau Gadang Kampar merantau ke Pekanbaru sejak November 1967, atau 53 tahun yang lalu.

Berawal dari kondisi kemiskinan yang dialami masa itu, ia merasakan bagaimana perasaan orang miskin yang kadang tidak bisa makan setelah berusaha seharian.

Perantau itu bernama Djamaris Arief Domo.

Rasa kemanusiaan yang ada pada dirinya terpanggil untuk membantu sesama warga miskin waktu itu dari hasil jerih payahnya bersama sang istri.

Kini, kebiasaan itu tidak bisa ia tinggalkan sehingga sebagian hartanya ia sedekahkan sebagai bentuk berbagi dengan sesama manusia yang merupakan makhluk Allah SWT.

Bersama dengan donatur, ia membeli beras dan lauk untuk di masak.

Setiap hari Jumat, istri bersama anak dan menantunya memasak.

Kemudian, nasi dan lauk itu dipacking hingga menjadi nasi kotak.

"Saya pernah merasakan miskin walau sekarang masih msikin juga, namun saya berusaha untuk berbagi. Saya dan donatur berbagi berupa nasi kotak setiap hari selama wabah virus corona ini," ungkap sosok yang akrab dipanggil Abah Aris ini.

Setiap Jumat barokah sejak 3 tahun yang lalu, ia menyediakan 500 nasi kotak untuk dibagikan, dan semuanya istri dan anaknya yang memasak.

Halaman
12
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved