Fadli Zon Berkoar ke Sri Mulyani Soal Utang Negara Lampaui Batas Aman : Utang Itu bukan Prestasi!

Seharusnya, menurut Fadli, semakin besar utang pemerintah, para pejabat publik seharusnya memperbesar rasa malu, bukannya menebar kebanggaan.

Warta Kota/henry lopulalan
Wakil ketua umum Grindra Fadli Zon 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon mengaku tidak habis pikir mendengar pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menarasikan dengan bangga peluncuran global bond atau surat utang global

Menurutnya, hal tersebut bukanlah sebuah prestasi, meskipun disebutnya utang bukanlah aib.

Seharusnya, menurut Fadli, semakin besar utang pemerintah, para pejabat publik seharusnya memperbesar rasa malu, bukannya menebar kebanggaan.

"Utang senilai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,8 triliun (kurs Rp 16 ribu) berdenominasi dolar Amerika Serikat yang baru saja diterbitkan pemerintah merupakan rekor ‘sovereign bond’ terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. ‘Sovereign bond’ adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan pemerintah suatu negara dalam denominasi mata uang asing," jelasnya dalam akun Twitternya, seperti dikutip, Senin (13/4/2020).

Di akun itu Fadli menuliskan kulwit panjang soal analisa hutang RI.

Ia menyatakan Indonesia merupakan negara pertama yang menerbitkan sovereign bond di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Fadli Zon meminjam judul AA Navis untuk Robohnya BUMN Kami.
Fadli Zon meminjam judul AA Navis untuk Robohnya BUMN Kami. (Warta Kota/Istimewa)

"Malah sebaliknya, menunjukkan betapa ringkihnya perekonomian kita. Sehingga meskipun krisis baru saja dimulai, kita sudah membutuhkan suntikan utang dalam jumlah besar. Sekali lagi, tak sepatutnya hal semacam itu diceritakan sebagai sebuah kebanggaan, apalagi prestasi," katanya

Fadli beranggapan, ekonomi Indonesia begitu rapuh.

Hal itu dibuktikan begitu kocar-kacirnya pemerintah menghadapi situasi saat ini. Padahal, menurutnya, krisis barusaja dimulai.

"Begitu rapuhnya ekonomi kita, sehingga meskipun krisis baru saja dimulai, kita sudah membutuhkan suntikan utang dalam jumlah besar. Sekali lagi, tak sepatutnya hal semacam itu diceritakan sbg sebuah kebanggaan, apalagi prestasi," lanjutnya

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved