Breaking News:

Virus Corona

Istana Akui Keganasan Virus Corona, Yuri: Acap Bermutasi Hingga Berkembang Biak Dengan Replika Diri

Yuri menjelaskan, semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh seseorang, maka makin berat gejala-gejala fisik yang timbul.

Editor: Ilham Yafiz
istimewa
Istana Akui Keganasan Virus Corona 

TRIBUNPEKABARU.COM - Virus Corona yang awalnya menjadi bahan lelucon saat belum masuk ke Indonesia saat ini menjadi momok yang menakutkan. 

Virus Corona yang telah terlanjur masuk ke Indonesia saat ini telah menginfeksi 4.557 jiwa, 399 di antaranya meninggal dunia.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, orang yang bepergian keluar rumah sangat rentan terpapar virus corona.

Yuri mengatakan, paparan berulang dari pembawa (carrier) virus corona meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19.

Dia menyebutkan, virus corona mampu berkembang biak dan bermutasi di dalam tubuh manusia.

"Sifat virus corona mampu berkembang biak dengan cara mereplika diri sendiri dan sering kali bermutasi. Karena itu, ini sangat rentan apabila orang yang tidak patuh untuk tetap tinggal di rumah, terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus lain," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/4/2020).

Jubir pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto
Jubir pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto (Tangkapan layar Youtube BNPB)

Maka dari itu, ia terus mengingatkan mengenai pentingnya tetap berada di rumah selama pandemi virus corona.

Yuri menjelaskan, semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh seseorang, maka makin berat gejala-gejala fisik yang timbul.

"Secara klinis, gambaran viral load, jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh terhadap keluhan klinisnya. Makin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh, maka makin berat gejala fisik yang muncul," tuturnya.

Yuri menegaskan bahwa pembatasan fisik (physical distancing) merupakan kewajiban yang harus dilakukan seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved