Breaking News:

Kepulauan Meranti

Lagi Menjaring Ikan, Nelayan di Kepulauan Meranti Temukan Mayat Terapung, Identitas Masih Misteri

Saat itu nelayan melihat mayat tersebut mengapung dengan kondisi telungkup. Ia lantas melaporkan temuan tersebut kepada kepala dusun.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Sesri
Istimewa
Mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Kepulauan Meranti Minggu (12/4/20) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Nelayan di dusun Pecah Buyung Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti temukan mayat tanpa identitas mengapung di perairan daerah setempat, Minggu (12/4/20) malam.

Informasi tersebut dibeberkan oleh Kepala Desa Sialang Pasung, Rudianto, kepada, Senin (13/4/20) siang setelah mendengar cerita dari saksi.

"Mayat tanpa identitas di perairan perbatasan desa Sialang Pasung dan Desa Bantar. Kejadian Minggu, sekira pukul 20.00 WIB. Selain tanpa identitas kondisi wajah dan tubuh jenazah rusak, jadi sulit dikenal," ujar Rudianto.

Rudianto menjelaskan, awal ditemukannya mayat itu ketika salah seorang nelayan asal Pecah Buyung Desa Bantar sedang pergi menangkap ikan.

Saat itu nelayan melihat mayat tersebut mengapung dengan kondisi telungkup. Ia lantas melaporkan temuan tersebut kepada kepala dusun.

"Kami terima laporan itu, kami juga bersama beberapa warga lain melakukan kroscek langsung kelapangan dan melaporkan pada polisi, " tambahnya.

Dibeberkannya, evakuasi jenazah dilakukan sekira pukul 01:30 WIB dan dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan penanganan lebih intensif melalui otopsi dan sebagainya.

"Sekarang sudah di RSUD. Hingga saat ini belum ada aduan dari warga desa setempat yang mengeluhkan kehilangan salah satu dari keluarga mereka,"ungkapnya.

Walaupun demikian, ia masih berharap kerjasama semua pihak untuk mengabarkan apabila ada kehilangan salah satu dari anggota keluarganya kepada pihak berwajib.

Sementara itu Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan mayat laki-laki tersebut memiliki tinggo badan 165, berkumis dan berjenggot, umur sekitar 40-50 tahun dan tidak menggunakan celana ataupun baju.

Namun hingga saat ini mayat tersebut belum diketahui identitasnya. Mengingat tidak ada identitas di mayat tersebur saat ditemukan.

"Saksi yang sedang memasang Gumbang alat untuk menangkap ikan di perairan Selat Air Hitam saksi melihat mayat yang terapung didekat tepi pohon bakau kemudian memberitahu kepada pihak kepolisian Sektor Rangsang Barat," ujar Taufiq Senin (13/4/2020).

Selanjutnya Kapolsek Rangsang Barat IPTU J.A.Lubis,, Kanit Reskrim serta bersama-sama dengan Kasat Reskrim dan 8 personil turun ke TKP untuk mengevakuasi Korban dan dibawah ke RSUD Selatpanjang.

Dari pemeriksaan sementara terhadap korban, Taufiq mengatakan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan terhadap mayat korban.

"Hasil pemeriksaan sementara oleh team medis tidak ditemukan tanda-tanda kekeraasa maupun luka." Pungkas Taufiq.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, mayat korban tersebut rencananya akan dibawa ke Pekanbaru untuk Pemeriksaan lebih lanjut. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved