Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Update Virus Corona

Bukan China, WHO Sebut Covid-19, 90 Persen dari Amerika dan Eropa

Fakta terbaru mengenai penyebaran Virus Corona, Covid-19 diungkap oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Ilham Yafiz
Frederic J. BROWN / AFP
Lapangan basket di Pantai Venice, Los Angeles, California ditutup pada 10 April 2020. Stay-At-Home telah diperpanjang dari 19 April hingga 15 Mei di tengah pandemi coronavirus. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JENEWA - Fakta terbaru mengenai penyebaran Virus Corona, Covid-19 diungkap oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan China, WHO sebut wabah global keseluruhan kasus Covid-19 datang dari Eropa dan Amerika Serikat.

Jumlah kasus baru virus corona menurun di beberapa negara Eropa, termasuk Italia dan Spanyol.

Tapi, wabah masih terus meningkat di Inggris dan Turki.

"Wabah global secara keseluruhan, 90% kasus datang dari Eropa dan Amerika Serikat. Jadi, kita tentu belum melihat puncaknya," kata juru bicara WHO Margaret Harris dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa (14/4/2020).

"Di China, ancaman terbesar adalah kasus impor," ujarnya merujuk pada data terbaru.

"Kita seharusnya tidak benar-benar mengharapkan vaksin baru tersedia 12 bulan lagi atau lebih," imbuh dia seperti dikutip Reuters.

China akan melakukan uji coba dua vaksin eksperimental pada manusia.

Melansir media pemerintah China, Reuters melaporkan, vaksin eksperimental itu dikembangkan Sinovac Biotech dan Institut Produk Biologi Wuhan.

Pada Maret lalu, China memberi lampu hijau untuk uji klinis lain buat calon vaksin virus corona yang Akademi Ilmu Kedokteran Militer China kembangkan dengan dukungan militer dan perusahaan bioteknologi CanSino Bio.

Lampu hijau tersebut menyala tak lama setelah Modena, produsen obat asal Amerika Serikat (AS), mengatakan, telah memulai tes pada manusia untuk vaksin mereka bersama Institut Kesehatan Nasional AS.

GlaxoSmithKline Plc dan Sanofi SA mengatakan pada Selasa (14/4), mereka juga akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona yang menyebar sangat cepat di dunia.

Kedua perusahaan pembuat obat tersebut menyatakan, mereka berharap bisa memulai uji klinis untuk vaksin pada paruh kedua tahun ini. Jika berhasil, vaksin akan tersedia pada semester dua tahun depan.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini sebelumnya terbit di Kontan dengan judul: WHO: 90% kasus virus corona datang dari Eropa dan Amerika Serikat

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved