Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

PSBB di Pekanbaru

Warga di Pinggiran Kota Pekanbaru Tanggapi PSBB: Silahkan, Yang Penting Kami Bisa Bekerja Cari Makan

Pemerintah Kota Pekanbaru berencana memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat (17/4/2020) untuk memutus penyebaran covid-19.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ilham Yafiz
tribunpekanbaru.com
Penerapan PSBB di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru berencana memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat (17/4/2020) untuk memutus penyebaran covid-19.

Sebagian warga menanggapi kebijakan ini dengan biasa-biasa saja.

Seperti sebagian besar warga Pekanbaru yang berada di pinggiran kota misalnya di daerah Tenayan Raya perbatasan dengan Kabupaten Pelalawan, mereka menganggap tidak ada persoalan jikapun diberlakukan.

Apalagi bagi warga di Tenayan Raya tersebut yang berprofesi sebagai petani dan berkebun, sehingga tidak ada masalah bagi mereka, karena aktivitasnya setiap hari berada di kebun dan pertanian.

"Kalau kami di Kulim (Perbatasan) ini nggak ngaruh, apa mungkin kami di larang keluar rumah pergi ke kebun, nggak mungkin kan,"ujar Sujarwo warga Jalan Seroja Tenayan Raya kepada tribunpekanbaru.com Kamis (16/4/2020).

Menurut Sujarwo sebagian besar tetangganya juga aktivitasnya bertani, memelihara ternak sapi dan hari-harinya dihabiskan di ladang mereka bertani.

"Kalau malam kami sudah di rumah dan memang jarang keluar, jadi kalau pun ada katanya pembatasan keluar rumah, yang penting jangan dihambat kami ke kebun dan ladang,"ujarnya.

Sementara Masno warga Kulim lainnya yang memiliki kebun di Kabupaten Pelalawan, atau lokasinya dekat perbatasan antara Pekanbaru dan Pelalawan berharap nantinya pada penerapan PSBB tidak ada larangan dirinya keluar dari Pekanbaru untuk pergi ke kebun.

"Yang penting jangan dibatasi kami untuk cari makan, dan hasil pertanian kami juga harapannya bisa dijual,"ujar Masno yang menanam timun dan pare di kebunnya tersebut.

Sedangkan untuk keluar malam bagi Masno tidak ada persoalan, karena ia jarang keluar malam dan biasanya selalu berisitirahat di rumah.

Warga lainnya yang bekerja di pabrik di daerah Tenayan raya Supriadi juga mengharapkan agar PSBB ini tidak menghambat mereka sebagai kalangan masyarakat buruh untuk mencari nafkah.

"Jadi jangan sampai menghalangi kami bekerja, karena nanti kami takut nggak makan kalau tidak bekerja, kecuali ada jaminan dari pemerintah aman semua makan dan kebutuhan kami,"jelasnya yang bekerja sampai malam tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved