Indragiri Hilir

Terdakwa Ujaran Kebencian Terhadap Presiden RI di Inhil Akhirnya Bebas Berkat Program Asimilasi

Penasehat hukum Usman,Yudhia Perdana Sikumbang, SH menuturkan, pihaknya selaku kuasa hukum mendaftarkan Usman untuk ikut program asimilasi pemerintah.

Istimewa
Usman (paling kiri) saat berkunjung ke kantor kuasa hukumnya belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Usman akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah dinyatakan bebas dari jeruji besi akibat kasus UU ITE ujaran kebencian terhadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Program pembebasan bagi Warga Binaan Permasyarakat (WBP) sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 10 Tahun 2020 tentang asimilasi dan Hak Integrasi menjadi berkah bagi Usman setelah menjalani kurang lebih 24 hari masa tahanan pasca vonis hakim.

Penasehat hukum Usman,Yudhia Perdana Sikumbang, SH menuturkan, pihaknya selaku kuasa hukum mendaftarkan Usman untuk ikut program asimilasi pemerintah.

“Alhamdulillah bebas murni setelah kami ikutkan program asimilasi. Kami bersyukur atas kebebasan klien kami, Usman,” ungkap Yudhi sapaan akrabnya, Minggu (19/4).

Selaku kuasa hukum, Yudhi menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu untuk mendapatkan rasa keadilan terhadap kliennya.

“Terutama kepada pihak Tim Penasehat hukum Usman dan keluarga besar Ikatan Pemuda Minang Inhil (IPMI) Inhil,” imbuhnya.

Melalui kasus usman ini, Yudhi berharap masyarakat bisa lebih hati – hati dan bijak dalam bermedia sosial sehingga kasus yang menjerat Usman tidak terulang lagi.

“Dengan apa yang dijalaninya selama ini, Usman merasakan efek jera yang di deritanya. Bagi masyarakat dan tentunya Usman tidak akan mengulangi apa yang pernah diperbuat,” ucap Yudhi.

Sementara itu, Usman mengaku apa yang dialaminya ini merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi pembelajaran kedepannya.

“Semoga ini akan menjadi pengalaman yang berharga untuk saya. Jangan sampai terulang kembali hal seperti ini,” ungkap Usman saat berkunjung ke Kantor pengacara Yudhia Perdana belum lama ini.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved