Update Virus Corona di Riau
36 Persen Anggaran Covid-19 di Kuansing Riau untuk BLT
Sebesar 36 persen anggaran penanganan covid-19 di Kuansing dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Sebesar 36 persen anggaran penanganan covid-19 di Kuansing dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Angka yang cukup besar, Pemkab Kuansing sendiri menganggarkan sebesar Rp 57 miliar untuk penanganan covid-19. Dana tersebut didapat dari pergeseran anggaran yang sudah dilakukan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Besaran anggaran penanganan covid-19 ini disampaikan bupati Kuansing Drs H Mursini. Baik saat video conference dengan gubernur Riau maupun saat konfrensi pers dengan jurnalis.
Nah, dari Rp 57 Miliar tersebut, Pemkab Kuansing mengangarkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 20,7 miliar.
"Anggaran yang kita sediakan untuk BLT sebesar Rp 20,7 miliar," kata Mursini beberapa waktu lalu.
Bila dipersentasekan, anggaran BLT itu menyedot sekitar 36 persen dana penanganan covid-19 di Kuansing.
Sisanya, yakni 64 persen, diperkirakan untuk pembelian alat pelindung diri (APD), honor perugas medis dan lainnya.
Jumlah penerima BLT sendiri diperkirakan 23.000 KK. Masyarakat yang sudah menerima Program Keluarga Harapan (PKH), tidak akan menerima BLT ini lagi.
Penerima BLT ini yakni warga yang terdampak virus corona. Seperti tukang ojek yang penumpangnya sepi, pedahang pasar yang pembelinya juga menurun serta petani karet yang harga jual karetnya juga turun. Serta lainnya.
Rencananya, setiap KK akan menerima BLT dengan nomimal paling besar Rp 300 ribu per bulan. Rencananya, pemberian BLT dilakukan selama tiga bulan.
Besaran Rp 300 ribu per KK per bulan tersebut mengacu pada besaran PKH. Soal besaran BLT ini memang belum pasti namun bupati Kuansing mengatakan range besaran BLT yakni Rp 250 ribu - Rp 300 ribu.
Anggaran BLT sebesar Rp 20,7 miliar pun diambil berdasarkan pengalian besaran BLT dengan jumlah penerima. Pemkab Kuansing mengestimasi Rp 300 ribu per bulan untuk 23.000 KK penerima. Kemudian dikalikan selama tiga bulan, maka angka Rp 20,7 miliar akan didapat.
Kapan BLT ini akan disalurkan ke penerima, belum diketahui. Begitu juga teknis penyalurannya.
Bupati Kuansing Drs H Mursini mengatakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Desa kabupaten sedang melakukan pendataan. Begitu juga soal teknis penyerahan bantuan sedang dipelajari.
"Kalau bisa saat Ramadhan ini diberikan. Tapi kita akan lihat kesanggupan dinas terkait," kata Mursini.
( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-covid-19.jpg)