Breaking News:

Human Interest Story

STORY-Tangan Bergetar hingga Keringat Bercucuran,Ketika Wartawan Rapid Test Covid-19 di Dumai Riau

Jelas galau saat kita tahu orang yang pernah kita wawancarai ternyata positif. Makanya, wartawan di Dumai minta rapid test.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/DONNY KUSUMA PUTRA
Seorang dari tujuh wartawan di Dumai Riau yang pernah kontak dengan pasien 04 positif menjalani rapid test, Minggu (19/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Wartawan merupakan orang yang sangat rentan akan terdampak Covid-19.

Hal tersebut karena tuntutan pekerkaan, wartawan selalu berjumpa dengan para narasumber dari berbagai kalangan serta berbagai kegiatan.

Sama halnya dengan para wartawan yang bertugas di Kota Dumai, Provinsi Riau.

Apalagi, Kementerian Kesehatan menetapan Kota Dumai, sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Kecemasan sempat menyelimuti sejumlah wartawan yang pernah kontak dengan pasien 04 positif Covid-19.

Setelah mendapatkan kabar bahwa pasien 04 positif covid-19, sejumlah wartawan menjalani rapid test.

Kabupaten Pelalawan Riau Tak Jadi Ajukan PSBB, Pilih Perkuat Social dan Physical Distancing

Anggota DPRD Pelalawan Riau Soroti Dinas Tak Hadiri Rapat Penting

Pulang dari Yogyakarta Diduga Idap Pneumonia, Warga Kuansing Riau Jadi PDP Covid-19

Meski dibutuhkan, ternyata mereka juga cemas saat akan menjalaninya. Bahkan ada yang sampai keluar keringat dingin.

Saat itu udara ruang rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kota Dumai di Jalan HR Soebratas Kota Dumai pada Sabtu (18/4/2020) cukup sejuk.

Pengontrol suhu di Air Conditioner (AC) ruangan itu menunjukkan angka 18.

Bagi sejumlah wartawan, sejuknya suhu ruangan tempat biasanya Wali Kota Dumai menggelar video conference tak mampu membendung keringat yang mengucur di dahi sejumlah wartawan.

Hal tersebut terjadi, setelah Juru Bicara Gugus Tugas dr H Syaiful memberikan inisial pasien 04 positif Covid 19 hasil swab yang diterima pada Sabtu (18/4/2020) sore itu.

Sejumlah wartawan pernah berkontak dengan pasien 04, yang merupakan narasumber dari salah satu institusi kesehatan.

"Tolong Pak, kami di-rapid test. Kami pernah kontak dengan pasien 04. Kami tak akan pulang sebelum di rapid test,” kata Rono, salah seorang wartawan televisi.

Kecemasan Rono sangat beralasan. Sekitar sebulan lalu, saat pandemi corona ini belum meluas seperti sekarang ini, mereka sempat kontak, berbincang-bincang, makan semeja bahkan semobil bersama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved