Breaking News:

Kisah Inspiratif

KISAH Ustadz di Riau Bergelar Doktor, Raih 3 Gelar Sarjana, 3 Gelar Magister Berceramah Via Tulisan

Sebagai orang yang sudah menggeluti dunia syiar Islam, Nurhadi tetap dakwah melalui aplikasi zoom, video dan aplikasi lainnya bahkan melalui medsos

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
KISAH Ustadz di Riau Bergelar Doktor, Raih 3 Gelar Sarjana, 3 Gelar Magister Berceramah Via Tulisan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Biasanya dalam sehari Ustadz bisa berceramah hingga empat, lima bahkan sampai enam tempat, namun sejak pandemi wabah Virus Corona atau covid-19 ini tidak ada lagi.

"Tapi saya tetap menyampaikan dakwah lewat aplikasi dan tulisan, karena mendakwah sudah bagian dari kewajiban kita," katanya.

Demikian dijelaskan seorang pendakwah yang juga dosen di beberapa Universitas di Riau Dr Nurhadi saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com pada Kamis (23/4/2020).

Menurutnya biasanya hari-hari biasa, ia selalu mengisi ceramah khususnya di Riau mulai dari pagi, siang, sore dan malam selalu berdakwah dari masjid mushalla, wirid dan semua acara sampai ke kabupaten dan kota.

"Selama wabah Virus Corona ini memang penurunannya bertahap bulan pertama belum berpengaruh namun setelah masuk Virus Corona ke Indonesia berkurang mulai 20 persen dan menurun terus hingga sekarang tidak bisa lagi dan berhenti berdakwah dalam bentuk kerumunan masyarakat," ujar Nurhadi.

Namun demikian sebagai orang yang sudah menggeluti dunia syiar Islam, Nurhadi tetap dakwah melalui aplikasi zoom, video dan aplikasi lainnya bahkan melalui media sosial.

"Sekarang ini dua sampai tiga hari seminggu masih ada dakwah melalui aplikasi dan online di media sosial, kalau yang namanya bersama massa yang banyak tidak ada lagi," ujarnya.

Keadaan yang menuntut seperti ini, meskipun masih ada mesjid yang tetap buka untuk Jumat nun mereka tidak mau lagi mengundang ustadz dan cukup baca buku khutbah.

"Selain dari itu dakwah juga disampaikan dengan tulisan. Alhamdulillah kita banyak menulis bagaimana memahami fatwa MUI dan zona merah memahami seperti apa, disampaikan melalui media sosial, itu juga bagian dari syiar Islam,"ujarnya.

Biasanya apalagi pada saat bulan Ramadhan, sebagai ustadz yang sudah dikenal banyak pihak di Riau, Ustadz Nurhadi selalu kebanjiran permintaan, bahkan beberapa media baik itu televisi dan radio juga bahkan meminta dirinya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved