Breaking News:

Tanya Jawab Ramadhan

APAKAH Setan dan Jin itu Dirantai Selama Ramadhan? Ini Jawab Praktisi Rukyah Riau Ustadz Tomi Eropa

Tanya Jawab Ramadhan adalah satu di antara artikel yang akan dihadirkan Tribunpekanbaru.com selama Ramadhan 1441 Hijriah ini

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
APAKAH Setan dan Jin itu Dirantai Selama Ramadhan? Ini Jawab Praktisi Rukyah Riau Ustadz Tomi Eropa 

Penghulunya segala bulan, Allah SWT melimpahkan rahmah yang istimewa di bulan ini.

Corona dimaknai sebagai ujian dengan kita ibaratkan seorang anak sekolah yang telah menempuh semester 1 dan 2, selama 6 bulan.

Si anak selalu mengerjakan tugas-tugas dengan baik, di sekolah juga aktif, ujian tengah semester (UTS) hasilnya juga sangat memuaskan.

Anak ini memang pintar.

Namun tiba-tiba dia jatuh sakit saat ujian akhir semester (UAS) digelar.

Si anak harus dirawat di rumah sakit, dan diapun tidak bisa ikut ujian.

Kira-kira anak yang pintar ini lulus? Dipastikan tidak, karena ia tidak mengikuti ujian.

Itulah ibarat ujian keimanan bagi kita di tengah wabah corona ini.

Ketika kita rajin ibadah tapi tidak bisa melewati ujian ini, ya tetap kita tidak akan lulus sebagai manusia yang bertaqwa sebagai tujuan akhir Ramadan.

Nah, kaitan wabah corona dengan Ramadan seperti apa?

Kita mulai dari ibadah Ramadan adalah perintah Allah SWT, kita wajib menjalani ibadah puasa di siang hari dan menegakkan malam-malam Ramadan dengan Salat Tarawih, tadarus Alquran, Tahajud, dan banyak ibadah lainnya.

Tahun ini disaat bersamaan Allah juga jadikan wabah corona sebagai ujian.

Ujian ini harus dimaknai sebagai cara Allah untuk menguji kadar keimanan hamba-hambanya.

Apakah hamba-hambanya masih melakukan ibadah seperti Ramadan lalu dengan menamatkan Khatam Alquran, rajin bersedekah, berzikir, banyak mengerjakan salat sunat.

Atau malah ibadahnya melorot dengan alasan corona.

Sekarang yang harus kita lakukan adalah, teruslah melakukan yang terbaik dalam beribadah di Bulan Ramadan ini.

Lakukan amalan-amalan yang selama ini kita abaikan, justru di wabah corona ini waktu kita lebih banyak untuk makin dekat dengan Allah.

Siapapun di antara kita yang ibadahnya makin berkualitas di Ramadan tahun ini, dialah sesungguhnya yang berhasil lulus dalam Ramadan tahun ini.

Semoga wabah corona ini segera lenyap, dan Allah selalu merahmati kita.

Kata-kata Bijak dan kata-kata Mutiara Ustadzah Nella Lucky

Dalam artikel ini Tribunpekanbaru.com juga memaparkan pesan nasehat serta kata-kata bijak dan kata-kata mutiara serta kata-kata motivasi dari Ustadzah Cantik asal Riau Ustadzah Nella Lucky yang bisa menjadi inspirasi hidup dan motivasi hidup.

Kata-kata bijak dan kata-kata mutiara itu ditulis Ustadzah Nella Lucky pada foto yang ia posting di akun instagram resmi miliknya dan lengkap dengan penjelasannya yang bisa dijadikan sebagai inpirasi hidup dan motivasi hidup.

Nasehat ustadzah cantik asal Riau Ustadzah Nella Lucky berupa 54 kata-kata mutiara dan kata-kata bijak yang bisa dijadikan inspirasi hidup.

54 Pesan Nasehat & Kata-kata Mutiara & Kata-kata Bijak Ustadzah Cantik Asal Riau Ustazah Nella Lucky
54 Pesan Nasehat & Kata-kata Mutiara & Kata-kata Bijak Ustadzah Cantik Asal Riau Ustazah Nella Lucky (Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@nella.lucky/Kolase/Nolpitos Hendri)

Selain berdakwah di dunia nyata, Ustadzah cantik asal Pekanbaru ini juga berdakwah di dunia maya, satu di antaranya melalui akun instagram resminya @nella.lucky.

Banyak kata-kata bijak dan kata-kata mutiara yang ditulis Ustazah Nella Lucky pada caption fotonya.

Bahkan, ia menulis kata-kata bijak dan kata-kata mutiara darinya pada fotonya dengan menggunakan aplikasi Adobe Spark.

Berikut kata-kata bijak dan kata-kata mutiara dari Ustazah Nella Lucky :

Pesan dari Seorang Bapak

Ini Bapakqu..

Ia selalu MENASEHATI, tanpa MENGEKANG..

MENGINGATKAN tanpa MENGHAKIMI..

MENGAJARKAN, tanpa MENYAKITI..

MENDIDIK, tanpa MENGGURUI..

MEMBIMBING dengan ALASAN, MENGINGATKN dengan MEMBERIKAN GAMBARAN.

Zona Nyaman dan Zona Pembelajaran

Jika kita mau maju, kita harus berani beralih dari COMFORT ZONE (Zona Nyaman) ke LEARNING ZONE (Zona Pembelajaran) Dan LEARNING ZONE itu tidak nyaman. Membingungkan, pusing kadang kadang. Kalau kita bingung keluar dari COMFORT ZONE itu tanda tanda kita sedang beralih ke masa PERTUMBUHAN, karena tidak ada KENYAMANAN dalam PERTUMBUHAN, dan tidak ada PERTUMBUHAN dalam KENYAMANAN.

Menyukai Bunga

Jika enkau “MENYUKAI" satu bunga, maka kau akan "MEMETIKNYA". Namun jika kau "MENCINTAI"satu bunga, maka kau akan "MENYIRAM” nya. Paham????

1. Bertemu Orang Baru

Setiap orang yang kita TEMUI pasti TAHU sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya.

2. Mengejar Dunia

KEJAR dunia, tapi JANGAN CINTAI dunia.

GENGGAM DUNIA, tapi JANGAN BERTEKUK LUTUT kepada dunia.

Nella Lucky
Nella Lucky ()

3. Lelahnya Pembelajaran

Sesiapa yang tak mau menerima LELAHNYA PEMBELAJARAN, maka ia harus IKHLAS DENGAN PENDERITAAN.

Nella Lucky
Nella Lucky ()

4. Mengeluh

Mengeluh itu jauh lebih melelahkan dibanding mengerjakan apa yang harusnya kita kerjakan.

Nella Lucky
Nella Lucky ()

5. Belajar Hidup

Sesiapa yang menyalahkan orang lain, berarti dia BELUM BELAJAR.

Sesiapa yang menyalahkan diri sendiri, berarti ia SEDANG BELAJAR.

Siapa yang tidak menyalahkan siapapun berarti ia TELAH BELAJAR.

6. Lakukan Hal Kecil

Jika kita belum bisa melakukan HAL YANG BESAR, lakukanlah HAL KECIL, dengan JIWA YANG BESAR.

Kalau mau BERKELAS, gak boleh MALAS, karena KEMALASAN gak akan bisa membawa kita kemana-mana.

Melainkan disini sini aja.

7. Keberhasilan

Mengapa mereka lebih Berhasil?

Karena mereka melakukan BERKALI KALI, sementara yang lain melakukan SEKALI KALI.

8. Menatap Masa depan

Engkau tak tahu apa apa tentang MASA DEPANMU.

Tugas kita adalah TETAP BERJALAN KEDEPAN, bukan menerka masa depan dengan penuh KERAGUAN.

Jalan berliku bukanlah HAMBATAN, melainkan hanya secercah “PERMAINAN” dalam sebuah PERJALANAN.

9. Ilmu Sukses

Mengapa mereka lebih SUKSES? Karena mereka Lebih AMBISIUS, Lebih bekerja keras, Lebih JELAS, Lebih berfikir keras, dan Lebih ALASAN.

10. Tugas Manusia

Kerjakan apa yang menjadi tugas kita, biar Allah yang mengukurnya.

Kita tidak pernah bertanggungjawab atas kata mereka, kita hanya akan bertanggungjawab atas apa yang kita kerjakan.

11. Saudara

Satu saudara yang mencintai, jauh lebih berharga dibanding 1000 orang yang sekedar menganggap kita ada.

12. Masa depan

Umar bin Khattab pernah ingin Membunuh Rasulullah SAW.

Akhirnya masuk Syurga.

Yang lalu biarlah berlalu.

Tak ada orang BAIK yang tak punya masa lalu yang BURUK.

Dan tak ada orang BURUK yang tak punya masa depan yang BAIK.

13. Bekerja Keras

Bekerja keraslah secara diam-diam, biarkan kesuksesanmu yang membuat kegaduhan.

Seperti berjalan di tepi pantai, jejaknya tak tampak, tapi langkahnya nyata.

14. Harapan

Kita takkan pernah kalah jika kita tak menyerah.

Selalu ada jalan bagi yang punya harapan.

15. Orang yang Berfikir

Kita tidak bisa menentukan arah angin, tetapi kita bisa mengendalikan layarnya.

Bagi orang yang berfikir, itulah yang membuat ia faham bahwa ombak tak selamanya membahayakan, terkadang ombak hanya memberi pelajaran.

16. Mengeluh

Ingatlah, bahwa ketika kita mengeluh, maka solusi akan semakin jauh.

Tahukah bahwa keluhan akan membuat kita melangkah 1000 x menjauhi hasil.

17. Teman

Satu teman yang menggapai tanganmu dikala kau tertatih, jauh lebih berharga dibadning banyak yang menggapaimu untuk mengucapkan selamat atas kesuksesanmu.

18. Ikhtiar, Doa dan Sedekah

Apapun capaian kita : 20 persen ikhtiar, 30 persen sedekah, 50 persen doa, 100 persen tawakkal. Ingat, usaha kita hanya 20 persen.

19. Jalani Pekerjaan

Pekerjaan itu dijalani, bukan difikirkan.

Terkadang terlalu banyak mikir, keduluan capenya dibanding ngejalaninya.

20. Badai Pasti Berlalu

Orang bijak tetap tenang dalam kondisi terendah, karena ia tahu cuaca pasti akan berubah.

21. Waktu untuk Karya Terbaik

Jangan habiskan waktu untuk memikirkan respon mereka.

Habiskanlah waktu tentang "karya terbaik" yang bisa kita persembahkan untuk mereka.

Hidup ini banyakin karya, bukan banyakin drama.

22. Penilaian Orang

Kita tak kan bisa menyempurnakan penilaian orang.

Cukup kerjakan bagian kita dan biarlah Allah yang mengukurnya.

23. Bermanfaat Bagi Orang Lain

Hidup ini bukan seberapa banyak "ANGKA" yang kita punya.

Tapi seberapa banyak "NILAI" yang kita miliki.

Banyak orang yang punya banyak ANGKA, tapi hanya sedikit yang ber-NILAI.

Kapan kita memiliki NILAI? Saat kita bermanfaat bagi sesama.

24. Filosofi Angin Mengokohkan Akar Pohon

Angin Allah kirimkan bukan agar pohon goyang, tapi agar bisa mengokohkan akarnya.

25. Harapan dan Doa

Selalu ada harapan bagi mereka yang punya doa dan selalu ada jalan bagi mereka yang punya usaha.

26. Mind Set

Mengapa orang sukses akan selalu sukses dalam kondisi sulit dan orang gagal akan selalu gagal meskipun dalam kondisi lapang? Karena mereka punya mind set yang berbeda.

27. Tantangan bagi Orang Bijak

Kenapa orang bijak yang selalu diberi tantangan buruk? Karena merekalah yang paling siap untuk belajar.

28. Rendah Hati

Sesiapa yang merendah maka ia akan ditinggikan dan sesiapa yang meninggi maka ia akan direndahkan.

29. Langkah di Tepi Pantai

Jadilah seperti orang yang berjalan di tepi pantai.

Jejaknya tak tampak tetapi langkahnya nyata.

30. Sabar

Sabar itu bukan karena tak mampu ungkapkan amarah, tetapi karena lebih mementingkan persaudaraan di atas keegoan.

31. Cinta Dunia

Silahkan genggam dunia, tapi jangan cintai dunia. kejar dunia, tapi jangan bertekuk lutut ama dunia.

32. Motivasi dan Komitmen

Tidak ada gunanya motivasi ketika tidak mengubahnya menjadi komitmen, karena komitmen jauh lebih berharga dibanding sekedar motivasi.

33. Peduli dan Kepo

Peduli boleh, Kepo tidak boleh.

Dalam peduli ada perhatian, dalam Kepo ada prasangka.

Dalam kepedulian ada pahala, dalam Kepo ada dosa.

Cukup kerjakan bagian kita, biar Allah yang mengukurnya.

34. Positif Thingking and Positif Action

Tak Hanya POSITIF THINGKING yang kita butuhkan, kita juga perlu POSITIF ACTION, karena Thingking tanpa Action adalah Nihil dan Sebaliknya.

35. Cara dan Niat

Temukan 1 cara dan lakukan dengan KONSISTEN. Jika GAGAL, ubah CARANYA, jika GAGAL lagi, perbaiki NIATNYA.

Jika NIAT sudah benar, LAKUKAN meski sesulit apapun KONDISINYA.

36. Jadilah Pembelajar

JADILAH PEMBELAJAR.

Kosongkan Gelasmu kepada setiap orang yang kamu temui agar mendapat banyak PENGETAHUAN.

Katakan dalam hati “Saya masi perlu Belajar” dengan siapapun & dalam kondisi apapun.

I LOVE TO LEARN.

37. Rendah Hati dan Lapang Hati

Rendah Hati dan Lapang Hati. Simple aja. Kalau di ATAS, RENDAHKAH hati.

Kalau DIBAWAH, LAPANGKAN hati.

38. Penghargaan pada Diri

INI SOAL MOTIF.

Jika Membeli sesuatu hanya karena ingin diliat orang, maka itu tandanya kita TIDAK PERCAYA DIRI.

Namun jika membeli untuk kepuasan diri berarti sedang MEMBERI PENGHARGAAN PADA DIRI.

39. Mengeluh

Ketika kita mencapai sesuatu yg diimpikan oleh orang lain, namun kita tetap MENGELUH, itu bentuk dan tanda TIDAK BERSYUKUR, karena terkadang orang lain justru SANGAT MENGINGINKANNYA.

40. Tujuan Insan

Jadilah insan yang bisa mendengar di kesunyian dan bisa melihat dikegelapan.

Rentakmu tak mesti berbunyi dan langkahmu tak mesti berbekas tapi tujuanmu TERANG dan JELAS.

41. Gelap dan Terang

Gelap itu berharga agar engkau merasakan nikmatinya cahaya terang.

Cobaan itu berharga, agar merasakan indahnya kelapangan.

“Everything its NO PROBLEM” Tanpa PROBLEM, maka HIKMAH tak kan tercipta.

42. Rendah Hati dan Tinggi Hati

Sesiapa yang MERENDAH maka ia akan DITINGGIKAN.

Dan sesiapa yang MENINGGI, maka alam semesta akan MERENDAHKAN.

43. Cara Mendapatkan Hasil

Kita tak kan pernah mendapatkan hasil yang BERBEDA jika masih melakukan CARA YANG SAMA. Jika mau mengubah HASIL, gunakan CARA YANG BERBEDA.

Jika belum ketemu cara, CARI CARANYA.

44. Menjadi Positif

Hebat itu adalah siapa yang berniat dipagi hari untuk tidak menyakiti siapapun dihari ini.

Hanya yang bertekad yang mampu melakukannya.

Be positif.

45. Sikap Orang Baik

Tetaplah BAIK saat keadaan seakan memaksa kita untuk bertindak BURUK, karena orang baik adalah yang tetap bertahan dalam kebaikan apapun kondisinya dan sesulit apapun masalahnya.

46. Orang Besar dan Orang Kecil

Orang besar, berbicara tentang ide.

Orang biasa, berbicara tentang kejadian.

Orang kecil, berbicara tentang orang lain.

47. Berkelas

Kalau mau BERKELAS gak boleh MALAS.

Kalau mau BERGENGSI gak boleh GENGSI.

48. Target

Rentakmu tak boleh TERDENGAR.

Langkahmu tak boleh BERBEKAS.

Targetmu jangan sampai TERUKUR, sehingga siapapun yang ingin MENGHALANGIMU dia bingung mau lewat mana.

Paham?!

49. Kehidupan Kita

Terkadang kita tak sadar kehidupan yang sedang kita keluhkan adalah kehidupan yang orang lain inginkan.

50. Bangun Pagi

Bangun lebih pagi, bekerja lebih giat, berdoa lebih banyak pasti kesuksesan menanti.

51. Perjuangan

Dalam perjuangan, kita tidak punya gigi mundur.

52. Orang Baik

Sudahlah.

Biarlah mereka mendatangi kamu hanya saat sedang butuh dan pergi sesukanya, karena setidaknya kamu telah memberi manfaat.

Tetaplah BAIK dalam kondisi yang memaksamu untuk bersikap BURUK.

Fushilat 34.

53. Bicara dan Diam

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Ali ‘Imrân/3:104]

Juga firman-Nya:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allâh, dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘Sungguh aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri).’ [Fushshilat/41:33].

54. Terbit dan Tenggelamnya Matahari

Tidakkah kita belajar dari matahari yang tetap memberi terang sekalipun diabaikan saat ia tenggelam.

55. Sukses dan kecerdasan

Mereka sukses bukan karena memiliki uang yang banyak, tapi karena punya kecerdasan tata kelola uang yang baik (kecerdasan finansial) dan punya kekuatan memberi "the power of giving" baik baik.

Jangan abaikan kecerdasan finansial dan The Power of Giving.

Tanya Jawab Ramadhan - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved