Pelalawan

Indra Yopi Pertegas Pelalawan Perlu PSBB Seperti di Pekanbaru, Begini Tanggapan Bupati Harris

Menurut Jubir tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi, Pelalawan seharusnya terapkan PSBB, namun Bupati Harris menunggu Kemenkes

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Bupati Pelalawan HM Harris didampingin sejumlah pimpinan OPD saat telekonfrence dengan Gubernur Riau terkait penanggulangan Covid-19 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Juru bicara tim gugus tugas penanggulangan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Provinsi Riau, dr Indra Yopi, menggelar pertemuan bersama bupati dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Selasa (28/4/2020).

Indra Yopi bersama rombongannya diterima Bupati Pelalawan HM Harris di ruang rapat bupati bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim gugus tugas penanggulanga Covid-19 Pelalawan.

Rapat tertutup itu membahas penanganan virus corona serta dampaknya ke masyarakat, termasuk mengevaluasi langkah yang telah diambil tim sert Dinas Kesehatan (Dsikes) Pelalawan

Tiga dari Empat Pasien Positif Covid-19 dari Pelalawan Sembuh,Satu Dirawat Berprofesi Sebagai Dokter

Usai Geser Anggaran Rp 63 M Untuk Covid-19, Kini Pemda Pelalawan Rasionalisasi APBD Rp 161 Miliar

"Masalah PSBB, tadi saya sudah sampaikan ke pak bupati. Sharing dan bertukar pandang pandang. Hasilnya akan kami bawa ke rapat di provinsi," tutur Indra Yopi kepada Tribunpekanbaru.com, usai mengikuti rapat, Selasa (28/4/2020).

Indra melihat penanganan Covid-19 sudah cukup baik dengan mendeteksi Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien Dibawah Pengawasan (PDP).

Demikian juga dengan warga yang telah terkonfirmasi positif sebanyak empat orang berasal dari satu clutster. Dengan isolasi dan respon yang cepat, hingga tidak sempat terjangki ke warga lainnya. Terakhir tiga diantara pasien positif dinyatakan telah sembuh.

Indra Yopi menyebutkan, Pelalawan sudah menjadi daerah transmisi virus corona lokal seperti Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Dalam kondisi ini, warga harus memperkuat physical distancing untuk mencegah penularan virus corona. Seperti mengatur jadwal dan pola transaksi di pasar hingga pembatasan pintu masuk di desa-desa untuk memantau orang yang keluar masuk

Bupati Pelalawan HM Harris Nilai PSBB di Pelalawan Tak Perlu Lagi, Ini Sebabnya

Libur Sekolah di Pelalawan Riau Diperpanjang untuk Antisipasi Penyebaran Covid-19, Ini Jadwalnya

"Itu ternyata sudah dilaksanakan di Pelalawan. Kata pak bupati tadi," tambahnya.

Ia menegaskan, PSBB tidak bisa diselesaikan oleh Kota Pekanbaru saja.

Daerah yang ada di sekitar ibukota provinsi itu juga harus ikut, termasuk Pelalawan. Namun keputusan tetap berada di tangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kalau cuman di Pekanbaru saja (PSBB), itu akan susah. Tidak akan selesai-selesai. Tapi itu keputusan bukan di kami, tapi kebijakan dari Menteri Kesehatan," tandasnya.

Menanggapi penegasan PSBB itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan, pemda tetap menunggu keputusan Kemenkes terkait PSBB yang diajukan oleh Pemprov Riau berdasarkan kajiannya. Pihaknya tinggal menyesuaikan kebijakan yang ada dengan kondisi masyarakat Pelalawa saat ini.

"Saya sampaikan tadi, jika gubernur ingin PSBB harus serentak semuanya. Termasuk Siak dan Kampar, jangan cuma Pelalawan," tukas Harris.

Ia menilai jika hanya Pelalawan s yang dibatasi, sedangkan Kampar dan Siak tidak diberlakukan serupa, kondisinya akan sama saja serta kurang maksimal. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved