Soal Anggaran Penangan Covid-19, KPK Sebut Ada 4 Titik Rawan Terjadinya Korupsi

Empat titik rawan itu yakni pengadaan barang jasa, sumbangan pihak ketiga, alokasi anggaran, dan pendistribusian bantuan sosial.

KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ketua KPK Firli Bahuri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).(KOMPAS.com/Haryantipuspasari) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan ada empat titik rawan korupsi dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 405,1 triliun.

Empat titik rawan itu yakni pengadaan barang jasa, sumbangan pihak ketiga, alokasi anggaran, dan pendistribusian bantuan sosial.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Rabu (29/4/2020).

"Ketiga, pengalokasian anggaran baik itu APBN maupun APBD. Baik itu alokasi sumber daya mau belanja dan penganggaran.

Terakhir, pendistribusian program bantuan sosial (bansos) dalam rangka social safety net," imbuhnya.bansos, kata Firli, terdapat tiga kategori penyimpangan yang mungkin terjadi.

Firli menyebut sumbangan fiktif hingga kualitas dan kuantitas yang tak sesuai dengan standar.

"Pertama, bantuan sosialnya atau sumbangannya menjadi fiktif. Kedua, ada ekslusen error, kesalahannya. Ada inklusen error dan ada juga tentang kualitas dan kuantitas yang berkurang bisa saja itu terjadi," ujar Firli.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua KPK sebut Ada 4 Titik Rawan Terjadinya Korupsi Anggaran Covid-19

https://www.tribunnews.com/corona/2020/04/29/ketua-kpk-sebut-ada-4-titik-rawan-terjadinya-korupsi-anggaran-covid-19

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved