Breaking News:

Heboh 500 TKA China Bakal Dipekerjakan di Tambang Nikel Sulawesi Tenggara, Luhut Buka Suara

Penolakan terhadap rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ramia-ramai digencarkan oleh pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara

Editor: Muhammad Ridho
Reuters
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penolakan terhadap rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ramia-ramai digencarkan oleh pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara ( SUltra).

Mereka menolak kedatangan 500 TKA China itu lantaran pemerintah sedang memutus penyebaran virus corona ( COVID-19).

TKA sebanyak itu rencananya dipekerjakan di dua perusahaan tambang nikel yang ada di Sultra, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Tak hanya pemerintah di Sultra saja yang melakukan penolakan, anggota DPR pun mengecam dan meminta pemerintah Indonesia tidak inferior dalam menghadapi China.

Namun, fakta sebenarnya rencana kedatangan 500 TKA China itu diungkap oleh pihak Menteri Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordonator Kemaritiman dan Investasi.

Dilansir dari Kompas.com, sejumlah fakta menarik terangkum terkait keresahan masyarakat dengan rencana kedatangan 500 orang TKA China, berikut ulasannya.

1. Datang setelah pemerintah telah mencabut status pembatasan transportasi

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker) Aris Wahyudi menjelaskan, Rencana Penggunaan 500 TKA China di Indonesia masih tertunda kedatangannya.

Pasalnya, Indonesia baru saja menerapkan status pembatasan transportasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved