Breaking News:

Ramadhan 1441 H

Inilah 6 Orang yang Merugi Saat Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan Ustadz H M Kurnia Lc MA

Bulan Ramadan adalah anugerah yang sangat besar bagi kita umat Nabi Muhammad maka seolah-olah Allah ingin memberikan kita kesempatan

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Warga tengah menjalankan ibadah di Masjid Agung An Nur Pekanbaru, Kamis (1/6/2017). Pada bulan Ramadhan, kegiatan ibadah maupun hanya sekedar beristirahat di masjid meningkat sembari menunggu waktu berbuka puasa. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ustadz H M Kurnia Lc MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung menjelaskan mengenai keutamaan bulan Ramadan.

Ia menjelaskan bulan Ramadan merupakan bulan yang paling istimewa karena memiliki keberkahan yang tidak bisa ditandingi oleh bulan lainnya.

Saat Ramadan tiba Allah membuka pintu syurga, menutup pintu neraka, membelenggu para iblis dan syaitan, serta melipat gandakan nilai pahala setiap amal ibadah yang dikerjakan.

Sehingga bulan Ramadan menjadi momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah Ta'ala, di antaranya memperbanyak sholat malam, tilawah Al-Quran, bersedekah, beristighfar, dan lain-lain.

Bulan Ramadan adalah anugerah yang sangat besar bagi kita umat Nabi Muhammad maka seolah-olah Allah ingin memberikan kita kesempatan jikalau selama dalam satu tahun ada dua belas bulan, kemudian sebelas bulan kita menjadi hamba yang kurang taat kepada Allah, hamba yang ibadahnya masih sedikit, hamba yang banyak melakukan khilaf dan salah, maka dengan adanya Ramadan inilah bulan dimana saatnya bagi kita untuk mempersembahkan sebaik-baik ketaatan seraya bertaubat dengan memohon ampun kepada Allah Ta'ala.

Namun tidak sedikit orang yang merugi saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan, di antaranya adalah :

1. Mereka yang menjalani puasa sebagai formalitas biasa saja, bahkan cenderung ada sifat riya' dari ibadah puasanya. Karena sebaik-baik puasa adalah berlandaskan keimanan dan semata mengharapkan Ridho dari Allah, dengan demikian itu yang akan membuka peluang agar dosa diampuni Allah.

Sebagaimana Rasulullah SAW. pernah bersabda dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya:
“Barangsiapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisaban maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 38)

2. Mereka yang berpuasa namun masih melakukan perbuatan fasiq, di antaranya berakhlak buruk, praktik mendzolimi orang lain, perkataan dusta, melakukan perbuatan tercela, dan lain sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved