Penyerobotan Lahan di Desa Bagan Limau Pelalawan Berbuntut Panjang, Warga Lapor Polisi

Kasus penyerobotan lahan yang diadukan warga Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Warga Desa Bagan Limau Kecamatan Umui melaporkan penyerobotan lahan oleh sekelompok warga ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan pada Kamis (30/4/2020) pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kasus penyerobotan lahan yang diadukan warga Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Kamis (30/4/2020) pekan lalu akhirnya dibawa ke jalur hukum.

Warga Desa Bagan Limau memilih melaporkan kasus itu ke Mapolres Pelalawan setelah lahan seluas 12 hektar yang ditanami kelapa sawit itu dipanen oleh orang tak dikenal. Pemanenan itu diduga atas suruhan sekelompok orang yang melakukan penyerobotan lahan milik warg bernama Budi Yanta dan Suwito Atmadi itu.

"Alhamdulillah laporan kita ke polres langsung direspon. Kemarin pas kita lihat ada yang memanen, kita langsung hubungi pihak polres dan turun ke lokasi," ungkap seorang pemilik lahan, Suwito Atmadi, Minggu (3/5/2020).

Suwito menyatakan, laporan ke polres dimasukan pada Jumat (1/5/2020) lalu yang didampingi warga lain. Setelah kembali ke desa dan melihat ada oknum yang memanen sawit, mereka langsung melaporkan ke pihak polres melalui telepon.

Beberapa personil polisi tib di lokasi dan mengamankan buah sawit yang baru dipanen sekitar tiga ton beratnya.

Tiga pria yang memanen sawit juga diamankan dan diinterogasi polisi. Menurut pengakuan ketiga pemanen itu, mereka disuruh oleh oknum warga dari luar desa yang mengaku pemilik kebun tersebut.

"Yang menyuruh itu satu diantar enam orang yang menyerobot la kami ini. Sekarang sudah diproses di polres," tambah pemilik lahan lainnya, Budi Yanta.

Pihaknya mempercayakan kasus penyerobotan lahan itu ke pihak yang berwajib agar diproses secar hukum serta pihak yang menyerobot segera ditindak.

Kebun sawit seluas 12 hektar itu merupakan milik Budi dan Suwito secara sah berdasarkan surat kepemilikan yang legal. Namun ad sekelompok warga dari luar desa mengaku mempunyai kebun itu dan melakukan pemanenan sejak delapan bulan lalu.

Persoalan ini juga telah diadukan ke DPRD Pelalawan pada Kami (30/4/2020) lalu dan diterima anggota dewan Sunardi. Wakil rakyat itu menyarankan agar menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan dan memastikan legalitasnya.

Kasubbag Humas Polre Pelalawan, Iptu Edy Harianto saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya akan mengecek laporan dan penanganan kasus oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terkait kasus tersebut.

"Karena sejak kemarin liburkan, jadi anggota banyak libur. Nanti saya cek lagi laporan yang masuk," tandas Iptu Edy.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved