Bakal Mabuk Berjamaah, Warga India Antre Panjang Beli Minuman Keras, Efek Lockdown yang Dilonggarkan

Polisi di India mengayunkan tongkat pemukul untuk mengurai massa yang tengah mengantre di toko minuman keras efek lockdown yang longgar itu.

AFP
Antrean 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Di tengah pandemi virus corona, India sempat melakukan lockdown yang sangat-sangat ketat, namun kini mulai dilonggarkan.

Polisi di India mengayunkan tongkat pemukul untuk mengurai massa yang tengah mengantre di toko minuman keras dan arak efek lockdown yang longgar itu.

Antrean itu terjadi setelah pemerintah mulai melonggarkan aturan lockdown untuk memerangi penyebaran Covid-19 selama 40 hari terakhir.

Sejumlah pemimpin negara bagian memutuskan toko minuman keras bisa dibuka lebih dahulu, mengingat penjualan alkohol jadi pendapatan utama mereka.

Pemerintah Delhi, misalnya. Pada Senin malam waktu setempat, mereka menerapkan harga spesial Corona" sebesar 70 persen untuk meningkatkan pendapatan wilayah.

Sejak akhir Maret, pemerintah India menerapkan lockdown terbesar di dunia untuk memutus rantai infeksi pandemi Covid-19.

Dilansir AFP Selasa (5/5/2020), negara berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu melaporkan 42.500 kasus positif Virus Corona dengan 1.400 korban meninggal.

Dampak dari penerapan karantina itu, jutaan pekerja migran kehilangan mata pencaharian mereka, dan menjadi pukulan telak bagi ekonomi terbesar ketiga Asia itu.

April lalu, otoritas memberlakukan keringanan bagi sektor pertanian dan industri untuk menggerakkan kembali roda usaha mereka.

Kemudian pada Senin, sejumlah kantor dibuka dengan catatan hanya boleh diisi sepertiga kapasitas.

Halaman
123
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved