Breaking News:

Mutiara Ramadhan

Surga Ada pada Mulutmu, Dua yang Mencelakakan Manusia yakni Lidah dan Kemaluan

Dua hal yang sangat mudah mencelakakan manusia, yaitu daging diantara dua bibir, dan daging yang ada diantara dua kaki atau paha

Instagram/Lucy K M McAllister
Surga Ada pada Mulutmu, Dua yang Mencelakakan Manusia yakni Lidah dan Kemaluan. Foto: Lidah modifikasi Lucy McAllister 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan kali ini berkaitan dengan surga, dan kali ini akan disampaikan Ustadz Dr Nurhadi S.Pdi SE Sy. S Sy. M Sy. MH. M Pd.

Dua hal yang sangat mudah mencelakakan manusia, yaitu daging diantara dua bibir (yaitu lidah), dan daging yang ada diantara dua kaki atau paha (yaitu kemaluan/farj).

Banyak manusia terpeleset karena lidah atau lisannya.

Pepatah mengatakan bahwasannya lidah itu lebih tajam dari pada pedang.

Ini menunjukkan betapa bahayanya lidah ketika kita tidak dapat menjaganya (memeliharanya).

Hal ini wajar jikalau orang-orang yang bisa menjaga lisan dan lidahnya (menjaga mulut untuk berbicara yang dapat menyakiti orang lain), maka mulutnya adalah surganya.

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi saw bersabda: “berkata baiklah atau lebih baik diam atau katakanlah yang baik-baik atau lebih baik diam”, “diam itu emas dan bicara itu perak”, maknanya betapa mahalnya arti diam dengan maksud menjaga lisan, lidah dan mulut dari berbicara yang tidak benar (dosa). Ada istilah lain, “mulutmu harimaumu”.

Pada bulan ramadhan ini, selain kita disuruh menahan, makan dan minum yang memang melalui mulut, namun juga disuruh menahan mulut, lidah dan lisan dari berkata dan berbicara yang tidak baik, apalagi menyakiti orang lain, mengguncing, mencaci-maki atau berkata kotor dan keji.

Jika kita dapat menahan makan dan minum dari pagi subuh terbit fajar sampai bedug margin berbuka puasa, maka sahlah puasanya.

Jika bisa menahan mulut dari mengucapkan yang tidak baik, maka sahlah pahala puasanya, namun jika sanggup menahan makan dan minum saja pada mulut, tetapi tidak bisa menahan mulut dari ucapan keji dan kotor, maka sah puasa, tapi tidak sah pahala pusanya, artinya nonsen tanpa pahala, hal ini sudah di ingatkan Nabi saw dalam hadisnya: “banyak orang yang puasa, namun tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan haus”, sebab orang tersebut tidak bisa menahan mulutnya dari berucap, berkata, berbicara yang tidak baik, padahal, kalau sebaliknya, tentu puasa tidak sah pahala juga tidak ada.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved