Pelalawan

Tujuh OPD Belum Berikan Laporan, Proses Rasionalisasi APBD Pelalawan Sebesar Rp 161 M Belum Tuntas

Pemkab Pelalawan Riau melakukan proses rasionalisasi APBD tahun 2020 mencapai Rp 161 M dari total anggaran Rp 1,6 Triliun tahun ini

TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Bupati Pelalawan, HM Harris 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Riau masih melakukan proses rasionalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

APBD yang akan dipangkas mencapai Rp 161 M dari total anggaran Rp 1,6 Triliun tahun ini. Tentu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkena imbas pemotongan dana tersebut dengan menghapus beberapa kegiatan yang sebelumnya telah disusun.

"Prosesrasionalisasi masih berjalan sampai sekarang. Ada tujuh OPD yang belum menyampaikan laporannya ke kita," tutur Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin, kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (26/5/2020).

Pemangkasan anggaran ini akibat pengurangan dan transfer pusat ke daerah-daerah, termasuk Pelalawan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2020.

Belasan Bus Angkut Pemudik Dicegat Personil Polres Pelalawan Riau di Pos Check Point Jalintim

Sudah 16 Orang, Diskes Pelalawan Lanjutkan Rapid Test Hasil Tracing Contac Klaster Ponspes Magetan

Eksekusi Pidana Denda Rp 5 M, Kejari Pelalawan Riau Telusuri Aset Milik PT Peputra Supra Jaya

Pemotongan dan segar dari pemerintah pusat ini diakibatkan pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) berkurangan dari perkiraan, dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global saat ini.

Banyak program kegiatan yang dipangkas dari APBD untuk memenuhi defisit anggaran yang terjadi. Pemda melalui BPKAD telah meminta seluruh dinas agar segera melaporkan kegiatan yang telah dihapuskan. Skala prioritas diberlakukan dalam mengukur kegiatan mana saja yang akan dikorbankan.

"Ini memang murni penghapusan anggaran. Dari yang sebelumnya ada, menjadi tidak ada," tambah Devitson.

Pemda berharap perekonomian kembali pulih dan dana transfer pusat dikujurkan lagi. Alhasil program yang sebelumnya dihapus akan dimasukan kembali melalui APBD perubahan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved