Breaking News:

Mutiara Ramadhan

Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia?

Orang beriman dalam hidup di dunia ini akan mendapat ujian dan cobaan, kadang-kadang datangnya wabah virus corona sebagai hukuman atas dosa manusia

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia? 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan merupakan artikel yang diterbitkan Tribunpekanbaru.com selama bulan Ramadhan guna memberikan siraman rohani kepada pembaca.

Mutiara Ramadhan ini akan membahas berbagai topik terkiat kehidupan manusia dan akan disampaikan oleh ustadz dan ustadzah yang kredibilitasnya terjamin.

Mutiara Ramadhan kali ini akan disampaikan Ustadz Dr Nurhadi S.Pdi SE Sy. S Sy. M Sy. MH. M Pd.

Mutiara Ramadhan kali ini berjudul : Virus Corona Penghapus Dosa

Orang beriman dalam hidup di dunia ini akan mendapat ujian dan cobaan, gunanya untuk membuktikan keimanan dan kesabaran serta untuk menaikkan derajat.

Ujian dan cobaan yang dihadapi kaum muslimin bermacam-macam, sesuai kesanggupan hamba dalam menerimanya.

Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia?
Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia? (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

Allah SWT tidak akan memberikan ujian dan cobaan kecuali hamba tersebut pasti sanggup untuk menjalaninya (QS. Al-Baqarah: 286).

Lebih rinci berkaitan dengan apa saja ujian dan cobaan yang akan Allah berikan kepada hambanya, bisa dilihat dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 155: “Dan Allah akan berikan cobaan (ujian) kepadamu (orang beriman), dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (wabah virus corona menyebabkan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan), maka beruntungg orang-orang yang sabar (orang yang sabar dalam menghadapi wabah corona akan bersama Allah dengan mendapatkan keampunan dosa), lalu mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun” artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Allah akan kembali”. (QS. al-Baqarah: 156).

Maka musibah dan penyakit (wabah corona) yang menimpa seorang hamba (disuatu negeri) itu bisa menjadi sebab diampuninya (dihapuskan) kesalahan-kesalahan (dosa) yang pernah ia lakukan, baik dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan (mulut), dan dengan seluruh anggota tubuhnya.

Kadang-kadang datangnya wabah virus corona sebagai hukuman atas dosa yang dilakukan, Allah berfirman: “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS. Asy-Syura: 30).

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved